BANYUWANGI, KOMPAS.com – Jasad seorang petani lanjut usia bernama Alapi Hariyono ditemukan mengambang di Selat Bali, tepatnya di sekitar pengairan Pengambengan, Bali, Minggu (12/1/2026) kemarin.
Warga Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur tersebut sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu (7/1/2026) di sungai setempat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa mengatakan jenazah korban pertama kali ditemukan nelayan dengan posisi mengambang.
“Jenazah ditemukan dengan jarak sekitar 16 nautical mile atau sekitar 29 kilometer dari Muara Bomo ke arah tenggara,” kata dia, Senin (12/1/2026).
Baca juga: Banjir di JLS Cilegon, Mobil dan Lapak Pedagang Hanyut
Berdasarkan hasil identifikasi dipastikan bahwa jasad tersebut adalah Alapi Hariyono yang sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam di Banyuwangi.
“Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses lebih lanjut,” tambah Made.
Penemuan korban sekaligus menutup proses pencarian yang telah berlangsung selama empat hari.
Operasi ini melibatkan Kantor SAR, BPBD, TNI, polri, relawan, serta masyarakat setempat itu resmi dibubarkan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan serta masyarakat yang telah terlibat aktif dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ungkap dia.
Baca juga: Seorang Pria Hanyut di Sungai Oya Imogiri, Langsung Dibawa ke RS
Alapi pertama kali dilaporkan hilang saat berteduh di gubuk pinggir sungai saat hujan deras. Kerabat Alapi sempat melihatnya ketika melintas di wilayah tersebut.
Saat kembali melintas pada petang harinya, Alapi sudah tak terlihat di sana. Kerabat tersebut mengira Alapi telah pulang ke rumah.
Namun hingga malam, kakek tersebut tak kunjung berada di kediamannya. Keluarga pun mencarinya ke berbagai tempat, dan menduga Alapi tenggelam di sungai.
Dugaan itu semakin kuat setelah warga menemukan mesin pemotong rumput milik Alapi.
Mesin tersebut tersangkut ranting di aliran sungai yang lokasinya berjarak sekitar 500 meter dari titik korban biasa menyeberangi aliran sungai.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang







