Gas Elpiji ”Melon” Mulai Langka

0
382

gas-elpiji-melon-mulai-langka


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pasokan dari Pertamina ke Agen mulai Dikurangi

KALIPURO – Warga Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, resah. Keresahan tersebut dipicu kelangkaan gas elpiji tabung tiga kilogram  (kg) sejak beberapa pekan terakhir. Akibatnya, untuk sekadar bisa mendapatkan elpiji bersubsidi  tersebut, warga setempat harus rela pergi hingga belasan kilometer (km) ke wilayah Kota Banyuwangi.

Salah warga, Kariyono, mengatakan sudah beberapa  pekan terakhir warga Gombengsari kesulitan mendapatkan gas elpiji tabung “melon” tersebut. Kejadian  itu dipicu kosongnya stok gas elpiji bersubsidi di sejumlah pangkalan di kelurahan tersebut.

“Elpiji 3 Kg langka sejak  beberapa pekan terakhir,” ujarnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (7/11). Pria  yang juga pemilik pangkalan  elpiji di Kelurahan Gombengsari  tersebut menuturkan, pengiriman terakhir elpiji tabung 3 Kg ke pangkalannya dilakukan pada Selasa pekan lalu (1/11). Kala  itu, dia mendapat pasokan sebanyak 50 tabung.

“Karena banyak pangkalan yang kekosongan, stok 50 tabung milik saya langsung habis terjual pada Rabu (2/11). Setelah itu, sejak Kamis hingga sekarang (kemarin) belum ada pengiriman lagi,” kata dia. Karena stok elpiji di sejumlah  pangkalan elpiji di Gombengsari  kosong, warga setempat kesulitan  mendapatkan bahan bakar  tersebut.

Mereka harus pergi ke wilayah Kota Banyuwangi untuk  sekadar mendapatkan gas elpiji  tiga kg. “Termasuk saya sendiri. Tadi (kemarin) saya beli gas elpiji  tabung tiga kg untuk keperluan sendiri di Kota Banyuwangi,” akunya.

Menurut Kariyono, berdasar keterangan agen langganannya, kelangkaan gas elpiji tersebut  disebabkan pengetatan pengiriman dari pihak Pertamina. Karena pengiriman ke agen-agen dikurangi, maka agen juga terpaksa mengurangi pengiriman ke  tingkat pengecer.

Loading...

“Jika biasanya sepekan dikirim dua kali, saat ini pengiriman dari agen dilakukan sepekan sekali,” cetusnya. Kariyono berharap, pengiriman gas elpiji dari Pertamina ke tingkat agen kembali normal. Dengan demikian, pengiriman gas bersubsidi tersebut ke tingkat pengecer kembali normal.

“Harapan  kami, Pertamina jangan mengurangi pasokan ke agen sehingga pengiriman dari agen ke tingkat pengecer tidak tersendat,” harapnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi,  Hary Cahyo Purnomo, mengaku   belum mendapat laporan tentang kelangkaan gas elpiji tabung tiga Kg tersebut.

“Belum ada laporan  kepada kami,” ujarnya dikonfirmasi melalui sambungan telepon.  Hary menuturkan, gas elpiji tabung tiga kg merupakan bahanbakar yang disubsidi pemerintah. Pengalokasian elpiji tabung melon  itu ditentukan sesuai kuota yang  telah ditetapkan pihak Pertamina.

Catatan Jawa Pos Radar Banyuwangi, kuota elpiji 3 Kg di  Banyuwangi tahun 2015 mencapai 42.199 matriks ton. Kuota  sebanyak itu setara dengan 14.066.333 tabung elpiji ukuran tiga kg. Sedangkan kuota elpiji di tahun 2016 lebih besar dari  tahun sebelumnya.

“Pada dasarnya, alokasi elpiji bersub sidi  di Banyuwangi lebih besar dari estimasi kebutuhan masyarakat,” akunya. Hary memprediksi kelangkaan  gas elpiji seperti yang dikeluhkan warga Gombengsari terjadi akibat  perkembangan sektor usaha   mikro di Banyuwangi.

“Di satu sisi, ini keberhasilan pemberdayaan sektor usaha mikro di Banyuwangi. Perkembangan  Banyuwangi di sektor pariwisata  sangat pesat. Ini berdampak pada  pesatnya perkembangan ekonomi  mikro di Bumi Blambangan. Dengan perkembangan sektor ekonomi yang begitu pesat,  ditengarai ada peningkatan kebutuhan gas elpiji 3 Kg,” duganya.

Karena itu, Hary mengatakan  perlu ada penghitungan ulang  kuota gas elpiji tabung 3 Kg di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java tersebut. Penghitungan  ulang tersebut perlu dilakukan  untuk mengimbangi pesatnya  pertumbuhan sektor usaha mikro di Banyuwangi. “Perlu ada dasar   baru untuk menambah kuota pengiriman elpiji di Banyuwangi,” pungkasnya. (radar)

Loading...