Gelar Seminar Pariwisata, Umsida Boyong Ratusan Mahasiswa ke Banyuwangi

0
360


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

KALIPURO – Ratusan dosen dan mahasiswa perguruan tinggi di Jatim ramai-ramai berkunjung ke Banyuwangi, kemarin (20/10). Bukan sekadar melancong, mereka belajar pengelolaan wisata di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini.

Di Banyuwangi, para dosen dan mahasiswa tersebut mengikuti seminar nasional bertema “City Branding dan Tourism Policy Based on Cultural Widom”. Seminar tersebut diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) di Hotel Ketapang Indah, Kecamatan Kalipuro sejak kemarin hinngga hari ini (21/10).

Selain dosen dan mahasiswa, seminar kali ini juga dihadiri guru besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Yusuf Irianto. Hadir pula Prof Burhan Bungin dari Universitas 17 Agustus 45 (Untag) Surabaya, serta perwakilan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.

Rektor Umsida Hidayatullah mengatakan, Banyuwangi di pilih sebagai tempat seminar nasional karena perkembangan pariwisata di sini sangat pesat.” “Kita bisa lihat dengan nyata disini, Banyuwangi salah satu daerah yang bisa mengembangkan pariwisata sangat pesat. Dengan berada di sini, harapan kami peserta bisa terinspirasi untuk lakukan branding langsung ke tempat masing-masing, seperti yang dilakukan Banyuwangi,” ujarnya.

Hidayatullah menambahkan, Banyuwangi merupakan daerah yang memiliki prospek tinggi dalam bidang pariwisata. Selain itu, Banyuwangi juga mempunyai kinerja pembangunan yang cukup baik.

“Ini bisa jadi objek yang pas untuk pengembangan dan penelitian,” kata dia. Selain itu, Umsida juga menjalin nota kesepahaman bersama (memorandum of under-stangding/MoU) dengan Pemkab Banyuwangi, tentang pendidikan, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat, kolaborasi riset, teknologi, dan kompetensi pengembangan sumber daya manusia.

“Kami juga akan MoU untuk riset di Banyuwangi. Sehingga kami tidak hanya mendapat dukungan tetapi juga memberikan sumbangsih kepada Banyuxmngi. Tentunya yang sesuai dengan bidang kami, yakni ekonomi kreatif yang dibungkus keagamaan dan koridor Islam,” kata Hidayatullah.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengucapkan terima kasih kepada Umsida yang telah menggelar pertemuan skala nasional di Banyuwangi. Saat ini, Banyuwangi mengembangkan MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) untuk melengkapi wisata alam dan budaya yang telah dikembangkan.

Anas mengatakan, sektor MICE sudah saatnya dilirik mengingat potensinya yang sangat besar. Sektor MICE memiliki multiplier effect, mulai dari event organizer, katering, transportasi, properti, hotel, UMKM suvenir, florist, pelaku kesenian, hingga biro perjalanan wisata.

“Orang sepertinya cuma rapat atau seminar, tapi perputaran ekonnominya besar sekali. Hampir tiap tiga bulan, BUMN/swasta dan instansi pemerintah bikin rapat yang selama ini tersedot ke Bali, Jakarta, Surabaya saja. Maka Banyuwangi membidiknya. Alhamdulillah, kian banyak BUMN, swasta, kementerian yang bikin acara disini,” kata Anas melalui sambungan audio-visual jarak jauh FaceTime.

Anas menambahkan, dengan penerbangan langsung dari Jakarta dan Surabaya, dua kota terbesar di Indonesia, Banyuwangi bisa lebih mudah menggaet calon wisatawan MIICE. “Tentu harga-harga di Banyuwangi lebih kompetitif ketimbang Bali dan Surabaya. Itu salah satu keunggulan,” ujarnya.

Anas mengatakan sampai saat ini, Banyuwangi terus mendorong sektor-sektor kreatif yang berbasis desa dan anak muda. Ini terus dikembangkan karena akan menjadi andalan, dan elemen penting bagi Banyuwangi selain sektor pertanian atau yang lainnya.

Program lainnya, Banyuwangi sedang memutuskan terobosan sarjana masuk desa. Selama ini yang menjadi persoalan ketertinggalan desa bukan hanya  keterlambatan transfer dana desa tetapi ada banyak hal lain.

“Karena itu kami membuat program pengiriman inovator-inovator ke desa melalui program “Banyuwangi Mengajar”. Anak-anak hebat yang baru lulus, kita tempatkan sarjana-sarjana tersebut ke desa. Sekiranya ada  mahasiswa hebat dari Umsida silakan untuk ikut program kami,” pungkas Anas. (radar)

Loading...