Gempa Lumajang Terasa di BWI

0
249


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Masyarakat Banyuwangi, terutama yang tinggal di wilayah selatan, merasakan gempa berkekuatan 4,9 skala richter Rabu (8/2) dini hari kemarin. Diketahui, pusat gempa berada di Samudera Hindia, arah barat daya Lumajang, dengan  kedalaman 144 Km.

Meski jauh, gempa itu terasa hingga Banyuwangi, Trenggalek, Malang, Lumajang, Jember, dan Bali. Berdasar informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, gempa bumi yang berpusat di selatan Jawa Timur itu terjadi tepat pukul 00.21, berjarak 126 km barat daya dari Kabupaten  Lumajang. Gempa bumi itu  disebabkan aktivitas lempeng  indo-australia yang menyusup ke bawah lempeng eurasia.

Loading...

”Gempa bumi ini pusatnya tepat  di koordinat 8.52° LS dan 113.11°  BT,” kata Kepala Pelaksana BPBD  Banyuwangi, Fajar Suasana, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Eka Muharam Suryadi. Eka menambahkan, gempa bumi yang terjadi dini hari kemarin tidak  menimbulkan tsunami. Sebab, walaupun gempa bumi berpusat  di laut, tapi energinya tidak cukup  kuat untuk memicu terjadinya tsunami.

”Kekuatannya kecil.  Mungkin masyarakat yang belum  tidur saja yang merasakan gempa  ini,” tambah Eka. Meski di sebagian wilayah Banyuwangi banyak dilaporkan warga yang merasakan gempa  itu, tapi tidak ada satu pun kerusakan akibat gempa bumi  yang berpusat di Samudera Hindia  itu.

Lantaran tidak berpotensi tsunami, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak cepat  mempercayai isu bohong yang tersebar di media sosial. ”Kemungkinan ada susulan, tapi  kecil kemungkinannya. InsyaAllah tidak ada tsunami. Masyarakat tetap update saja informasi dari pemerintah,” tandasnya.

Sementara itu, gempa bumi dini hari kemarin memang sempat membuat sebagian warga panik. Ada juga masyarakat yang tidak merasakan sama sekali gempa itu karena memang kekuatannya tidak terlalu besar. ”Merasakan  lindu (gempa) hanya sebentar  waktu minum kopi di warung,” ungkap Resnu Aditya, 26 salah  satu warga Perumahan Kebalenan. (radar)

Loading...

Baca Juga :