Gunakan Sepeda Jengki, Warga Gladag Gowes Bareng Hingga Taman Blambangan

0
883
Warga dari Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, gowes dengan sepeda jenis jengki di jalan RA Kartini Banyuwangi.

BANYUWANGI – Beragam cara dilakukan untuk menjaga kesehatan, kerukunan, dan kebersamaan warga. Salah satunya melalui kegiatan gowes bareng. Warga sekampung di Desa Gladag melakukan gowes bareng dengan menggunakan sepeda jengki, Minggu (3/12).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Warga sekampung yang berjumlah 130 orang mancal bareng dari Desa Gladag, menuju Lapangan Taman Blambangan Banyuwangi. Uniknya, mereka kompak dan tertib selama gowes di jalan raya. Rata-rata sepeda yang digunakan adalah sepeda jengki yang merupakan sepeda kayuh kedaluwarsa (kuno).

Ketua Paguyuban Sepeda onthel jengki asli Gladag (Spokidal) Sulaeman, 62 mengatakan, kegiatan gowes bareng itu awalnya hanya diikuti oleh 10 orang warga Gladag. Namun seiring berjalannya waktu, kini seluruh warga di Dusun Krajan, Desa Gladag ikut gabung gowes bareng. ”Semuanya menggunakan sepeda jengki. Karena memang harganya murah dan nyaris punah,” ungkapnya.

Anggota Spokidal tersebut tidak hanya orang tua, melainkan juga pemuda dan remaja. Selama gowes bareng, mereka kompak berbaris dua sepeda menuju tempat tujuan yang telah disepakati. ”Tujuan kami hanya untuk mengolahragakan masyarakat, dan memasyarakatkan olahraga,” ujarnya.

Selain bermanfaat untuk kesehatan, kegiatan gowes bareng itu kini juga berdampak terhadap jalinan rasa kebersamaan dan memupuk kerukunan dan kekeluargaan. Tidak hanya saat mancal bareng, melainkan dalam setiap kegiatan sehari-hari. ”Jika ada warga yang sepedanya rusak, kita betulkan bersama-sama,” jelasnya.

Salah seorang pemuda Desa Gladag, Prima, 20 mengaku senang bisa bergabung dengan komunitas Spokidal di desanya. Karena hal itu sangat bermanfaat baginya, yang setiap hari bekerja dan jarang bertemu dengan masyarakat. ”Dengan ikut mancal ini, selain berolahraga juga bisa berkumpul warga sekampung. Rasanya tidak ternilai harganya,” ujar musisi muda itu.

Kegiatan gowes bareng tersebut rutin dilakukan setiap hari Minggu siang. Rutenya ditentukan oleh koordinator dengan jarak dan waktu tempuh yang tidak terlalu jauh. ”Yang penting happy dan seduluran selawase,” tandasnya.(radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :