Guru Segera Punya Kode Etik

0
375
Sulistiyo
Sulistiyo

BANYUWANGI – Maraknya pengaduan wali murid dan masyarakat terkait dugaan kekerasan yang dilakukan guru terhadap murid dalam menegakkan kedisiplinan ternyata mengundang keprihatinan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Apalagi, tidak sedikit guru yang akhirnya harus berurusan dengan aparat penegak hukum. “Akhir-akhir ini, banyak para guru takut menegakkan kedisiplinan, padahal muridnya bandel sekali,” cetus Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistiyo dalam seminar guru di agrowisata Alam Indah Lestari, Desa Karangbendo kecamatan Rogojampi, kemarin (27/10).

Untuk mencegah adanya proses hukum, jelas Sulistiyo, maka PB PGRI tengah melakukan kerja sama dengan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menyusun Dewan Kehormatan Guru (DKG). “Bila dewan kehormatan guru sudah ada, semua pengaduan terhadap guru tidak langsung diproses hukum,” katanya.

Menurut Sulistiyo, bila ada wali murid atau siapa pun yang melaporkan guru karena menegakkan kedisiplinan di sekolah, maka harus masuk dulu ke DKG. Laporan bisa naik ke penegak hukum ataukah tidak tergantung penilaian DKG Tidak langsung diproses seperti akhir-akhir ini,” ujarnya.

Loading...

Di hadapan ribuan guru, Sulistiyo mengingatkan bahwa kasus yang masuk ke DKG khu sus yang berhubungan dengan sekolah dan belajar mengajar di sekolah. Bila ada guru terlibat kriminal, tentu tidak harus masuk DKG. “Kalau ada guru ditangkap karena judi atau narkoba, silakan langsung diproses hukum,” katanya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2