Gusdurian Diimbau Kembali ke PKB

0
107

gusdurianSRONO – Sebagai bentuk kecintaan kepada pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), KH Abdurrahman Wahid, ormas Bhinneka Tunggal Ika Banyuwangi mengadakan kegiatan di tiga kecamatan sekaligus kemarin (10/4). Acara yang bertajuk Halaqah PKB Penerus Politik Gus Dur itu digelar di Balai Desa Paspan, Kecamatan Glagah. Acara tersebut dihadiri masyarakat umum dan para petani. Sedang yang kedua digelar MI Al Ikhlas, Kecamatan Srono, yang dihadiri kepala-kepala serta guru MI se-Kecamatan Srono.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sedang yang ketiga digelar di Desa Wongsorejo, yang dihadiri Jamiyah Muslimat Al Hidayah. Acara halaqah di ketiga tempat itu hadiri anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dapil 3, Hj. Muzayyanah, S.Sos.,M .Si. Kegiatan dengan mengusung sosok Gus Dur sebagai penggagas pluralisme itu benar-benar menjadi pengobat rindu para Gusdurian Banyuwangi. Almarhum Gus Dur yang sangat menghargai perbedaan, membela kaum minoritas, dan kedekatannya dengan beragam tokoh agama lain, sering disalahartikan oleh sebagian umat Islam.

Loading...

Padahal, setelah Gus Dur tiada, banyak orang akhirnya mengakui kebenaran dan kehebatan toleransi yang ditunjukkan sosok mantan presiden RI ke-4 itu. “Gus Dur itu sangat berani. Termasuk menentang arus kekuasaan dan siapa pun akan dilawan. Tapi keberanian itu didasarkan atas kebenaran dan kecintaan terhadap sesama,” kata Muzayyanah.Untuk itu, Muzayyanah menghimbau kepada para Gusdurian diharapkan mau kembali ke PKB. Serta masyarakat hendaknya harus benar-benar pintar memilih caleg dalam pemilu mendatang. “Karena di PKB sendiri untuk menjadi caleg harus mempunyai beberapa kriteria.

Seperti pintar, kobar, bener, keker dan angker,” katanya.  Muzayyanah mengatakan, terbentuknya ormas Bhineka Tunggal Ikayang ada di Banyuwangi bertujuan menampung aspirasi dari masyarakat. Di mana, ormas ini tidak membedakan suku, etnis, ras dan agama. Sesuai jiwa pluralisme Gus Dur. Muzayyanah berharap, nantinya bantuan dari pemerintah provinsi bisa langsung terserap kepada masyarakat melalui ormas Bhineka Tunggal Ika. “Saat ini, ormas Bhinneka Tunggal Ika masih ada di dapil 3. Ke depannya akan mencangkup seluruh Jatim,” pungkasnya. (radar)

Loading...