Hanya Punya 3 Mobil Induk

0
503
TABUNG: Alat pemadam api ringan (apar) wajib dimiliki setiap gedung. Di Banyuwangi, belum semua pengelola gedung memiliki saran a apar yang memadai.
TABUNG: Alat pemadam api ringan (apar) wajib dimiliki setiap gedung. Di Banyuwangi, belum semua pengelola gedung memiliki saran a apar yang memadai.

MOBIL pemadam kebakaran (dam-kar) milik Pemkab Banyuwangi ternyata sangat terbatas. Kabupaten yang paling luas di Jawa Timur ini ternyata hanya memiliki tiga mobil damkar induk, dan lima mobil penyuplai air.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tiga mobil damkar tersebut kini perlu perawatan serius karena kondisinya tinggal 60 persen hingga 70 persen. Satu dari tiga mobil damkar itu buatan tahun 1972. Artinya mobil itu sudah berumur 40 tahun. Satu mobil damkar lagi buatan 2002, dan yang terbaru hibah dari Pemerintah Jepang tahun 1996.

“Yang terbaru dari Jepang itu jasa Bupati Ratna Ani Lestari,” cetus koordinator Damkar Banyuwangi, Mu-hamad Sugeng Wijaya. Dari ketiga mobil damkar itu, jelas Sugeng, mobil damkar buatan 1972 kekuatannya hanya 3.000 liter air. Dam kar buatan 2002 punya kapasitas lebih banyak, yakni 4.000 liter air.

Kalau mobil damkar hasil hibah dari Jepang hanya bisa diisi air 800 liter. “Mobil damkar dari Jepang itu termasuk paling modern, selain alatnya lengkap juga ada tangga meski tidak otomatis dan cukup pendek,” katanya. Menurut Sugeng, untuk wilayah sekelas Banyuwangi, hanya punya tiga mobil induk damkar sebenarnya sangat jauh dari ideal.

Loading...

Melihat luas Bumi Blambangan, mobil induk damkar minimal empat unit, ditambah lima pos yang tersebar di sejumlah kecamatan. “Karena Banyuwangi sangat luas, perlu ada lima pos mobil damkar,” sebutnya. Berdasar kondisi wilayah, lima wilayah yang perlu didirikan damkar adalah Kecamatan Pesanggaran, Muncar, Kalibaru, Singojuruh, dan Muncar.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2