Harga Turun, Petani Ubi Jalar Resah

0
2372


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SINGOJURUH – Petani ubi jalar di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan turunnya harga pada musim panen sekarang. Jika sebulan yang lalu harganya masih bertahan di angka Rp 1.500 per kilogram, kini melorot jadi Rp 500 per kilogram.

“Untuk operasional me­nanam ubi di lahan dengan luas satu hectare, itu membutuhkan biaya sekitar Rp 14 juta. Dengan harga hanya Rp 500 per kilogram, itu membuatnya bangkrut,“ kata salah satu petani ubi jalar asal Desa Lemahbang Kulon, Kecamatan Singojuruh, Sukirno.

Loading...

Holibin, 34, petani lainnya asal Dusun Pekiwen, Desa Gumuk­agung, Kecamatan Rogojampi, me­ngatakan harga jual ubi jalar yang jatuh itu tidak mengun­tungkan bagi petani dengan modal kecil. “Turunnya harga itu ber­tahap,” ujarnya.

Holibin mengatakan, merosotnya harga ubi jalar itu, diduga karena sejak tiga bulan lalu ada panen besar di daerah Kabupaten Jember dan Lumajang. Dan itu, membuat stok di pasaran menumpuk. “Pe­dagang di Bali stoknya masih banyak,” ungkapnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2