Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia
Sosial  

Hilang di Kawah Ijen, Dua Wisatawan Ngaku Berhalusinasi Jalan Tertutup Kabut

Daftarkan email Anda untuk Berlangganan berita dikirim langsung ke mailbox Anda

BANYUWANGI – Dua wisatawan gunung Kawah Ijen Banyuwangi yang diduga tersesat akhirnya berhasil di temukan oleh tim gabungan. Keduanya ditemukan di area Dam atau bendungan Kawah Ijen dalam kondisi hidup dan sehat setelah di lakukan pencarian selama 12 jam lebih.

Mereka adalah David Kurniawan (21) dan Selvi Ani (17) seorang pelajar SMK Parijatah Kulon Kecamatan Srono Banyuwangi. Namun keduanya adalah warga Dusun Krajan Wetan RT 07 RW 02 Desa Temuguruh Kecamatan Sempu Banyuwangi dan merupakan kakak adik.

Kepala Resort Konservasi Wilayah (RKW) 18 Kawah Ijen, Sigit Haribowo mengatakan, setelah mendapat laporan dari keluarga korban terkait belum kembalinya kedua korban dari pendakian, pihaknya langsung membentuk 3 tim dengan melibatkan aparat Kepolisian dan Koramil yang ada di pos pengamanan Lebaran di Ijen di bantu Banyuwangi SAR Independent, para guide lokal dan penambang belerang serta tim TRC BPBD Banyuwangi.

“Untuk tim satu melakukan pencarian di sekitar Dam bendungan Kawah Ijen, Tim dua mencari di daerah puncak dan Tim tiga mencari di area Pos Baru atau Pos Vulkanologi yang lama,” papar Sigit.

Dia mengaku, hingga Rabu dini hari (20/6) sekira pukul 02.30 Wib pencarian belum membuahkan hasil dan pihaknya membentuk tim lebih besar lagi masing masing beranggotakan 8 orang.

“Pencarian pun kembali di lakukan hingga pukul 07.00 Wib dan juga tidak berhasil menemukan kedua korban karena terkendala kabut tebal disertai hujan di puncak Ijen,” ujar Sigit.

Namun sekira pukul 08.30 Wib, tim satu menginformasikan kepada seluruh anggota tim yang lain bahwa mereka menemukan adanya jejak kaki menuju ke arah Dam dan diindikasi kedua korban berada di area setempat.

Sigit menjelaskan, sekira pukul 09.10 Wib, tim satu berhasil menemukan kedua korban di area Dam bendungan Ijen dalam kondisi hidup dan sehat. Selanjutnya, tim dua dan tiga membantu mengevakuasi kedua korban ke posko pondok bunder, lalu diberikan makan dan minum serta di minta untuk beristirahat sejenak. Selang beberapa lama, mereka di bawa turun oleh tim ke paltuding untuk bertemu dengan keluarganya yang sudah menunggu.

“Dari pengakuan keduanya, mereka kehilangan jalur pendakian dan naik turun sebanyak 6 kali di area yang sama,” kata Sigit.

“Bahkan, korban perempuan mengaku berhalusinasi bahwa jalan yang mereka lewati tertutup oleh kabut sehingga mereka memutuskan untuk berhenti di dalam gua yang ada di sekitaran Dam itu, setelah merasa kelelahan berjalan naik turun,” ungkap Sigit.

Sementara itu, setelah berhasil di evakuasi, keduanyapun dibawa pulang oleh keluarganya.

Sebelumnya, kedua korban bersama 16 orang temannya melakukan pendakian ke Kawah Ijen Banyuwangi pada Selasa dini hari (19/6) sekira pukul 01.00 Wib. Dan diduga karena tersesat, mereka lepas dari rombongan dan tertinggal di puncak Ijen.

Sementara, kondisi cuaca di puncak Ijen dalam beberapa hari terakhir ini terpantau berkabut di sertai hujan.