Investor, Marketer, dan Kucing Garong

0
491

PERTUMBUHAN ekonomi dan dunia usaha di Banyuwangi semakin menjanjikan. Beberapa perusahaan mulai berani mengembangkan sayapnya di sini. Sebab, daerah paling timur Provinsi Jawa Timur ini dianggap bisa menjadi pendukung pengembangan ekonomi Indonesia bagian timur.

Mengingat, sarana dan prasarana pendukung di sini sudah cukup memadai meski masih perlu pembenahan lagi, terutama terkait pelabuhan dan lapangan terbang yang lebih representatif. Selain faktor alam dan prasarana pendukung, ketertarikan para investor untuk menanam modal di Kota Gandrung juga tak lepas dari ‘’rayuan maut’’ Bupati Abdullah Azwar Anas. Dengan memanfaatkan pengalaman dan jaringan saat menjadi anggota DPR RI, Anas sering ‘’berjualan’’ potensi daerah yang dia pimpin kini kepada para investor. Termasuk, mengupayakan kucuran anggaran dari pemerintah pusat untuk membangun Banyuwangi.

Tanpa bermaksud membuat GR (gede rumongso) bupati dan menafikan peran perangkat dan elemen masyarakat yang ikut andil memajukan Banyuwangi, untuk urusan negosiasi dengan pemerintah pusat dan investor, Bupati Anas patut diapresiasi. Kita semua harus mengakui kelebihan itu. Tak banyak kepala daerah yang mampu melakukan tugas sebagai marketing agar daerahnya dilirik dandidatangi investor. Apalagi, sampai akhirnya investor itu jatuh hati dan mau menanamkan modal.

Anas adalah salah satu bupati yang mampu melakukan peran itu. Buktinya, di Provinsi Jawa Timur, bumi berjuluk The Sunrise of Java ini kini menduduki urutan ketiga sebagai daerah yang paling diminati investor setelah Gresik dan Surabaya. Padahal, Banyuwangi letaknya paling jauh dari ibu kota Jatim alias berada di ujung timur Pulau Jawa.

Selama ini, daerah yang paling banyak dilirik investor umumnya berada di dekat ibu kota provinsi, seperti Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Mojokerto, dan Lamongan. Pasca beroperasinya Bandara Rogojampi dan Pelabuhan Tanjung Wangi, beberapa investor besar sudah berancang-ancang mengembangkan usahanya di Banyuwangi. Beberapa di antaranya malah sudah ada yang beroperasi, seperti pabrik pengepakan semen di Ketapang. Ada pula  yang baru membebaskan lahan dan melakukan pembangunan, dan ada pula yang sudah mendapat izin usaha.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last