Islam Toleran ala Ponpes Warnai Tour de Ijen 2017

0
1719
Tour de Ijen 2017
Tour de Ijen 2017

BANYUWANGI – Balap sepeda international Tour de Banyuwangi Ijen (lTdBl) 2017 dipastikan bakal lebih menarik dibandingkan ajang serupa di tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya melintasi keindahan alam Bumi Blambangan, start event balap sepeda yang mendapat penilaian exellence dari Federasi Balap Sepeda internasional (UCl) tersebut bakal dilangsungkan di sejumlah lokasi ikonik di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini. Salah satunya di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Blok Agung.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengungkapkan, Ponpes Darussalam dipilih sebagai salah satu titik start lTdBl untuk memperkenalkan tradisi pesantren ke tingkat dunia. “Kita akan memperkenalkan budaya pesantren ke publik global. Pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Pesantren menyebarkan nilai- nilai islam toleran,” ungkapnya saat memimpin rapat koordinasi (rakor) pemantapan kesiapan lTdBl bersama seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di kantor Pemkab Banyuwangi kemarin (23/9).

Untuk itu, Anas meminta panitia memberikan briefing khusus kepada petugas penghubung alias liaison officer (LO) agar menjelaskan peran dan kunçi pesantren dalam menyemai nilai-nilai islam toleran kepada para pembalap yang berasal dari 29 negara.

Loading...

“Para LO wajib menjelaskan hal ini, biar dunia internasional tahu bagaimana toleransi ditegakkan di Indonesia,” cetusnya. Anas menambahkan, saat sigh in di lokasi start di Ponpes Blok Agung, peserta bakal diajak mencoba tradisi mengenakan sarung dan kopiah.

“Para santri nanti telah siap menyambut hangat para pembalap. Ratusan pembalap dari berbagai negara dan wisatawan yang datang kami ajak mencoba tradisi berpakaian sarung dan berkopiah ala Indonesia. Kami jelaskan pula makna sarung dan apa itu kopiah yang fungsinya berbeda dengan topi. Pasti ini pengalaman baru bagi mereka,” imbuh Anas.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last