Jelang Kejuaraan Latihan Sampai Larut Malam

0
474
SARAT PRESTASI: Para personel The Usingers memamerkan belasan piala yang direbut dalam satu kejuaraan.

The Usingers, begitu nama grup drum band yang satu ini. Beberapa hari lalu, grup drum band asal SD Negeri Model Banyuwangi itu memborong gelar juara pada KDS Display and Playpass Competition tingkat Jatim.

-SIGIT HARIYADI, Banyuwangi-

TIDAK ada prestasi dan kesuksesan yang datang begitu saja dari langit. Perlu tekad kuat, kesunggu- han, dan kerja keras. Hal itu ter- gambar dari rekam jejak para per- sonel The Usingers hingga sukses berbicara banyak di kejuaraan drum band tingkat SD se-Jatim akhir bulan lalu. Setiap pekan, para personel grup drum band yang satu ini menggelar dua kali latihan, yakni Senin dan Kamis.

Setiap berlatih, grup dengan 55 personel tersebut minimal melahap waktu selama dua jam. Tidak berhenti sampai di situ, setiap menjelang kejuaraan, seluruh personel The Usingers berlatih setiap hari. Bahkan, latihan yang dihelat pada siang hari tersebut kadang bisa berlangsung hingga malam hari. “Tetapi, karena kami memang suka drum band dan bertekad menampilkan kemampuan terbaik, kami melakoni (latihan) dengan senang hati,” ujar Firsta Yufi Amarta Putri, 11, gi- tapati The Usingers.

Siswa kelas V B di SD yang saat ini berstatus rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) tersebut menambahkan, rata-rata rekan-rekannya menggeluti drum band sejak masih TK. “Saya sendiri sudah mulai bermain drum band saat masih bersekolah di TK Model,” tutur bocah yang karib disapa Fia tersebut. Pernyataan Fia diamini dua rekannya yang bertugas sebagai mayoret.

Mereka adalah Fitri Thalia Maharani Sembiring, 10, dan Sakina Mawardani, 11. Maharani yang oleh rekan-rekan sekolahnya lebih dikenal dengan nama Rani itu mengatakan, meskipun harus berlatih berjam-jam, dia dan rekan-rekannya sangat antusias. Menurut Rani, orang tuanya tidak pernah komplain saat dirinya latihan drum band di sekolah. Sebaliknya, mereka malah mendukung kegiatan positif putri kesayangannya itu.

“Daripada saya menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat,” tuturnya. Menurut Sasa, berlatih keras sangat diperlukan dalam mengembangkan bakat. Tak heran, dia selalu antusias melahap materi latihan dari sang pelatih. “Saya baru berlatih drum band saat kelas II SD. Makanya, saya selalu berlatih keras untuk mengejar ketertinggalan dibanding teman-teman,” paparnya.

Nah, kerja keras para personel The Usingers tersebut benar-benar membuahkan hasil manis. Terbukti, dalam KDS Display and Plays Competition yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang pada tanggal 25 sampai 27 Mei lalu, grup drum band yang satu ini berhasil keluar sebagai juara umum klasemen SD Brass se-Jatim.

Brass adalah drum band yang menggunakan alat tiup, seperti terompet, melo, dan trombon. Bahkan, di kategori display (unjuk gelar), The Usinger menyapu bersih semua peringkat pertama, di antaranya the best marcing and maneuvering; kostum; analisis musik perkusi, gitapati (filed commander); dan mayoret (drum major).

Gelar the best lain adalah display and showmanship; analisis musik tiup; color guard (bendera); dan general effect display. “Pada lomba playpass (kirab), kita hanya kalah kostum. Selebihnya, kita raih semua the best,” ungkap pelatih The Usingers, Dofir. Dofir merinci, grup drum band binaannya meraih juara I playpass klasemen brass, dan berhak membawa pulang piala bergilir Playpass Wali Kota Malang.

“Pada kejuaraan yang sama, kami juga Juara I Display dan berhak meraih piala bergilir Wali Kota Malang,” katanya bangga. Masih menurut Dofir, berlatih keras merupakan salah satu kunci utama keberhasilan The Usingers. “Peralatan yang kami miliki juga layak digunakan dalam lomba tingkat nasional,” paparnya. Sementara itu, Kepala SD Model Banyuwangi, Suhernik, berpesan agar semua pihak tidak puas dengan keberhasilan tersebut. Perlu usaha keras untuk meningkatkan prestasi yang telah diraih. “Keberhasilan ini akan kita evaluasi. Bagian apa yang butuh perbaikan, akan kita perbaiki,” janjinya. (radar)