Kapal di Selat Bali Overload

0
407

Kapal-di-Selat-Bali-Overload


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

ASDP Berencana Membatasi Jumlah Kapal

KALIPURO – Jumlah kapal yang beroperasi di Selat Bali saat ini dirasa terlalu banyak. Meski jalur pelayaran Selat Bali  ini pendek, akan tetapi jumlah kapal yang beroperasi di perairan penghubung Pulau Jawa dan Bali saat ini sudah mencapai 50  kapal.

Pihak ASDP berencana akan membatasi jumlah kapal yang beroperasi di  Selat Bali demi kenyamanan para pengguna jasa pelayaran itu sendiri. Direktur Utama (Dirut) PT. Indonesia  Ferry (Persero) ASDP, Danang S. Baskoro  mengatakan, bahwa ASDP sepakat akan membatasi jumlah kapal di perlintasan pelayaran Ketapang-Gilimanuk ini.

Salah satu alasan mengapa kapal perlu dibatasi agar pelayanan kepada pengguna jasa pelayaran bisa semakin cepat. Sebab, jika semakin banyak kapal yang beroperasi  tentu akan memakan waktu lama proses bongkar muat kapal yang sandar di dermaga.

Seperti diketahui, dengan banyaknya  kapal yang beroperasi di Selat Bali, yakni mencapai 50 unit, tentu juga berdampak  pada penjadwalan kapal. Antrean sandar kapal bisa menjadi cukup lama, bisa mencapai 1,5 jam untuk satu kapal.

”Kita sepakat jika ada pembatasan kapal di Selat Bali. Karena jalur pelayaran di Selat Bali ini pendek,” kata Danang.  Danang menambahkan, pihaknya mulai mengantisipasi pengelolaan pelabuhan  selama 50 tahun ke depan. Penambahan jumlah kapal yang beroperasi di Selat Bali memang perlu dibatasi. Mengingat, pihak ASDP tidak mungkin akan menambah dermaga baru lagi karena ketersediaan lahan yang ada di area Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk sangat terbatas.

Menurutnya, dengan intensitas jumlah penumpang di Selat Bali yang semakin meningkat setiap  tahunnya, memang perlu ada perlu   ada perombakan dari segi kapal. ”Sudah saatnya, kapal yang  beroperasi di Selat Bali ukurannya harus diperbesar. Jika kecil terus seperti ini, harus ada pembatasan jumlah kapal nantinya,” ungkapnya.

Dia tidak menampik akibat overload kapal, jam operasional masing-masing kapal menjadi  lebih pendek Sehingga, pendapatan kapal lebih kecil. Belum lagi, kualitas pelayanan yang dikeluhkan akibat antrean sandar  terlalu lama. Menurut Danang, saat ini pihaknya sedang menghitung  terkait standar jumlah kapal di Selat Bali.

”Kita akan hitung, berapa butuh waktu sandar, penumpang berapa hingga bagaimana  caranya agar pengusaha kapal tetap bisa untung.” tegasnya. Ditanya berapa jumlah ideal seharusnya kapal yang beroperasi di Selat Bali, Danang masih belum  bisa menyebutkan.

Namun, dia  menargetkan tahun ini hitungan berapa jumlah ideal kapal yang beroperasi di Selat Bali bisa segera diketahui. Selain itu, jumlah kapal di Selat Bali akan berkurang jumlahnya  ketika masa operasional kapal landing craft tank (LCT) dihentikan September mendatang.

”Otomatis kalau LCT sudah tidak boleh operasi, jumlah kapal  juga akan berkurang. Nah, setelah itu baru kita akan tahu berapa kebutuhan standar kapal di Selat Bali ini,” pungkasnya. Sekadar diketahui, keluhan overload kapal ini pernah disampaikan Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Jawa  Timur, Khoiri Soetomo.

Pria ini menegaskan, jumlah kapal di Selat Bali terlalu banyak. Padahal, jarak lintasan sangat pendek. Penumpang ramai di Selat Bali juga tidak terjadi setiap hari,  melainkan saat momen-monet  tertentu saja misal saat long weekend dan arus mudik Lebaran.

Khoiri mengungkapkan, idealnya  jumlah kapal di Selat Bali hanya 36 unit. Kenyataannya, total kapal  yang beroperasi mencapai 50 unit sampai saat ini. ”Dampaknya jika kapal terlalu banyak, pasti akan muncul persaingan tidak sehat, kemudian pelayanan ke  penumpang menjadi tidak maksimal,” jelas Khoiri. (radar)

Loading...

Rental Mobil Murah di Banyuwangi

Rental Mobil Murah di Banyuwangi

Halo kawan-kawan, Jasa Sewa Mobil atau Rental Mobil Banyuwangi kini sudah semakin pesat perkembangannya lho. Mulai banyak perusahaan/ usaha kecil…
05/29/2018
Banyuwangi