Saat Salaman, Sofyan Tsauri Sempat Bilang : Kakak Pulang Ya

  • Bagikan
Masnatul Ulumiah menunjukkan foto Sofyan Tsauri kemarin, (29/6). Foto : Jawa Pos Radar Banyuwangi

KELUARGA korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee yang tenggelam di Selat Bali pada Selasa malam (29/6), berharap kerabatnya yang menjadi penumpang dan masih dalam pencarian, tetap selamat kemarin (30/6).

Salah satu korban yang belum di temukan itu, Sofyan Tsauri, 33, warga Dusun Krajan, RT/RW, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng.

“Kami berharap segera ditemukan dengan kondisi selamat,” cetus Masnatul Ulumiah, 28, adik Sofyan Tsauri.
Menurut Masnatul, kakaknya itu sering bepergian ke Bali.

Selama ini, bekerja di bidang teknisi jaringan di daerah Negara, Kabupaten Jembrana “Kakak itu kerja di bagian jaringan telepon,” jelasnya.

Masnatul mengaku tidak menyangka kakaknya akan bernasib tragis seperti itu.

Sebelum berangkat ke Bali, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan.

“Cuma yang aneh itu, mau berangkat minta cipika cipiki ke saya, ini tidak biasa, saya kan sudah besar,” ungkapnya.

Keanehan lain, Masnatul menyebut saat kakaknya itu akan berangkat ke Bali, ia sedang mencuci piring dan tangannya masih belepotan sabun.

Tapi, kakaknya itu tetap ngotot ingin salaman.

“Saat salaman sambil bilang kakak pulang ya,” jelasnya.

Meski aneh, itu tidak membuatnya berpikir yang macam-macam.

Bahkan, saat kakaknya berada di kapal sekitar pukul 18.03, masih memberi kabar melalui pesan WhatsApp (WA).
“Memberi kabar terakhir saat di kapal,” jelasnya.

Saat ini keluarga berada di Ketapang untuk memantau pencarian.

Keluarga dari istri kakaknya yang tinggal di Bali, juga sudah datang dan berkumpul di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng.

“Istrinya kakak saya masih di Bali, sekarang perjalanan ke Genteng,” ungkapnya.

Duka itu juga dirasakan keluarga Gatot Pujianto yang tinggal di Desa Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo.

Saat ini, Gatot Pujianto bersama istri dan tiga anaknya, juga menjadi korban KMP Yunicee yang tenggelam itu.

Baca :
Perahu Nelayan Terseret Ombak

“Om Gatot sekarang sudah pindah ke Kabupaten Karangasem, Bali,” terang Nurul, salah satu keponakan Gatot Pujianto yang tinggal di Desa Wringinpitu.

Menurut Nurul, pamannya itu setelah menikah menetap di Kabupaten Karangasem, Bali.

Dari informasi yang diterima, saat ini yang ditemukan baru istrinya, Diah dan salah satu anaknya Bunga Cinta.
Saat ditemukan, keduanya sudah meninggal.

Sedang pamannya, Gatot bersama dua anaknya yang lain, Keyza Putri dan Rafanza Putra belum ditemukan.
“Om Gatot dan dua anaknya belum ditemukan,” ungkapnya.

Kepala Desa Wringinpintu, Warsito membenarkan ada warganya yang menjadi korban KMP Yunicee.

Hanya saja, ia belum bisa memberikan banyak keterangan terkait kondisi terkini.

“Memang warga kami jadi korban, kami juga sudah berkoordinasi dengan banyak pihak,” terangnya.

Sumber : Jawa Pos Radar Banyuwangi

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: