Ke Banyuwangi, Habib Hadi Ingin Probolinggo Jadi Penyangga Wisata Bromo

0
231
Foto: merdeka

BANYUWANGI – Terinspirasi dengan perkembangan Banyuwangi, Walikota Probolinggo Hadi Zaenal Abidin melakukan kunjungan kerja ke kabupaten berjuluk The Sunrise of Java tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dilansir dari Merdekacom, Wali Kota yang biasa dipanggil Habib Hadi tersebut mengajak puluhan media dan menggelar media gathering di Banyuwangi selama dua hari, Senin – Selasa (29-30/4/2019). Habib Hadi datang bersama Wakil Walikotanya, HM Soifis Subri.

“Banyuwangi jadi inspirasi saya dalam mengembangkan Kota Probolinggo,” ungkap Habib Hadi yang baru menjabat empat bulan tersebut.

Habib Hadi mengaku ingin agar Kota Probolinggo bisa lebih berkembang setelah sharing dengan Banyuwangi.

“Kami sebenarnya ingin meniru semangat pak Anas dalam membangun daerahnya bersama sama SKPD. Sharing ini akan jadi bekal diri saya untuk mengembangkan Kota Probolinggo,” kata Habib Hadi.

Rombongan ini di terima langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Selasa (30/04/2019).

Dalam kesempatan itu, Habib Hadi juga menjelaskan bahwa pihaknya ingin mengembangkan Kota Probolinggo sebagai daerah penyangga pariwisata Bromo.

“Untuk itu, kami merasa perlu datang ke Banyuwangi untuk menimba praktek pengembangan pariwisata daerah,” ujar Habib Hadi.

“Contohnya Desa Kemiren Banyuwangi yang berada di bawah kaki Gunung Kawah Ijen, dimana desa adat ini berkembang pesat lantaran imbas berkembangnya wisata Kawah Ijen,” imbuhnya.

Selama di Banyuwangi, Habib Hadi bersama rombongan menyempatkan diri mengunjungi Sanggar Genjah Arum di Desa Adat Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

Di sana rombongan menikmati atraksi pemrosesan kopi yang benar, hingga menyaksikan Tari Gandrung dan pertunjukan musik tradisional Desa Kemiren lewat alunan alu yang dipukul-pukulkan pada lesung.

“Kami juga mengajak puluhan jurnalis ke Banyuwangi, sebagai bahan bagaimana media menjadi unsur penting dalam mengembangkan daerah, terutama dari pemberitaan yang dibuat media,” papar Habib Hadi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Anas pun berbagi sejumlah kiat dan sharing pengalaman dalam mengembangkan pariwisata.

“Mengembangkan pariwisata itu harus melibatkan banyak pihak, terutama warga lokal,” kata Bupati Anas.

“Pariwisata itu termasuk high risk. Sekali yang kita promosikan tidak sesuai dengan faktanya, maka kita akan “dihukum” di sosial media,” ungkapnya.

Untuk itu, pengembangan pariwisata harus detail dan mengajak masyarakat setempat.

“Selain lebih sustain, juga lebih mudah menggerakkan warga untuk bersikap ramah terhadap wisatawan jika mereka dilibatkan,” pungkasnya.

Loading...