Kecepatan Angin di Pulau Tabuhan Jadi Primadona Para Atlet Kite Surfing

0
1613
Kite Surfing Pulau Tabuhan. (merdeka.com)

BANYUWANGI – Ajang Internasional Kite and Wind Surfing yang berlangsung di Pulau Tabuhan, Kabupaten Banyuwangi diikuti puluhan atlet dalam negeri dan 14 atlet profesional luar negeri. Pulau Tabuhan dipilih sebagai lokasi kompetisi Internasional Kite Surfing karena memiliki hembusan angin yang kencang.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Olahraga Kite Surfing yang memadukan alat surfing dan kiite surfing ini, memang membutuhkan angin yang kencang.

“Olahraga kite surfing tidak membutuhkan ombak, tapi angin yang kencang. Dan di Tabuhan anginnya sangat bagus,” ujar atlet kiite surfing, Ketut Tompel sekaligus panitia penyelenggara asal Bali Kite Surfing School, Sabtu (26/8).

Ketut mengatakan, keistimewaan perairan laut di Pulau Tabuhan karena rata-rata anginnya bisa mencapai kecepatan antara 22-25 knot. Padahal standar minimal kecepatan angin untuk olahraga Kite Sutfing hanya butuh 11 knot.

“Di Bali ada lokasi olahraga Kite Surfing, di Sumbawa juga ada. Tapi anginnya tidak sekencang dan sebagus di sini. Cocok untuk kompetisi. Anginnya kencang dan stabil. Apalagi ini lokasinya di pulau, lebih tenang,” ujar atlet yang sudah berpengalaman selama 10 tahun ini.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last