Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia
Sosial  

Kementerian Pertanian Bantu 5000 Bibit Jambu Krista

MUNCAR-Jambore melon dengan 63 varietas baru, digelar di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Minggu (7/6) dan Senin (8/6). Jambore yang melibatkan 550 petani itu, dibuka oleh Direktur Jenderal (Dirjend) Hortikultura pada Kementerian Pertanian RI, Spundnik Sujono.

Pada pembukaan itu, Sujono juga melakukan petik melon dengan didampingi Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas; kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (Disperhutbun) Banyuwangi, Ikrori Hudanto, dan Forpimka Muncar.

Untuk menambah semangat para petani, Kementerian Pertanian RI menyerahkan bantuan 5.000 ribu bibit jambu krista dan sirsak jambu pada para petani. Bantuan itu, di serahkan oleh Dirjen Benih Holtikultura, Sriwijaya Yanti, saat menutup jambore melon, kemarin (8/6).

Baca Juga :  Keren, Sarden Lemuru Produksi Banyuwangi Tembus 70 Negara

Ketua panitia jambore melon, Agus Sugiarto, mengatakan kegiatan ini  sangat bermakna bagi para petani dan kelompok tani holti. Sebab, dari kegiatan ini banyak pelajaran yang berhasil diambil. “Kami banyak menerima pelajaran baru,” cetus ketua kelompok tani Ridho Lestari itu.

Dalam jambore melon ini, terang  dia, dilakukan olah teknologi dengan  budi daya melon yang baik dan benar. Kegiatan itu, dimulai dari  tanah, perawatan, dan penggunaan pestisida yang sangat terkontrol. “Ini bisa jadi acuan para petani untuk menanam melon,” katanya.

Selama ini, terang dia, petani sering gagal saat menanam melon karena banyak faktor. Pihaknya banyak terima kasih pada Disperhutbun Banyuwangi dan Kementerian Pertanian RI, yang telah membina para petani. Kepala Bidang (Kabid) Holtikultura Disperhutbun Banyuwangi, Saipullah, mengatakan jambore melon ini merupakan kegiatan akhir  dari pemerintah untuk memperdayakan petani.

Baca Juga :  Keren, Sarden Lemuru Produksi Banyuwangi Tembus 70 Negara

Sehingga, petani bisa sambung dengan pelaku penyedia pertanian dan pelaku usaha dalam menentukan harga. “Para stakeholder ikut membantu memecahkan masalah petani,” ujarnya. Saipullah berharap, setelah kegiatan ini ada kerja sama antara pelaku penyedia benih, pelaku pasar, dan  para petani melon. “Pemerintah akan membantu penuh para petani yang ingin mengembangkan usahanya,” ungkapnya. (radar)