Persawahan di Kecamatan Srono mulai Kering

0
755
Ilustrasi
Ilustrasi

Sudah Berlangsung Dua Pekan lalu


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SRONO – Tanaman padi di persawahan Desa Kebaman, Kecamatan Srono, dan sekitarnya terancam mati karena mulai kekurangan air. Akibat musim kemarau, tanah di persawahan mulai kering dan retak-retak.

Salah satu petani, Sujono, 54, mengatakan petani memberanikan menanam padi di saat musim kemarau lantaran sebulan lalu air irigasi masih mengalir lancar, meski dengan sistem gilir. Tapi sejak dua pekan lalu, air mulai surut karena debit air yang mengecil. Sehingga, tanaman padi yang baru ditanam kurang air.

Loading...

“Masih ada air, tapi tunggu giliran, itu pun masih belum mencukupi,” katanya. Saat inim jelas dia, sebagian petani di Desa Kebaman, Kecamatan Srono sudah beralih menanam palawija seperti kedelai dan jagung ketimbang tanaman padi.

Sementara petani lainnya, ada yang membiarkan lahan pertaniannya kering dan tidak ditanami apapun, itu karena tidak berani menanggung resiko kerugian yang lebih besar. “Kalau ada yang tanam padi, berarti berani menanggung resiko,” ujar Hariyadi, 52, petani lainnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2