Kepanasan, Peserta Upacara Ambruk

0
523
GERAH: Peserta upacara peringatan hari Sumpah Pemuda mengenakan pakaian tradisional di lapangan Taman Blambangan Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI – Upacara bendera peringatan Sumpah Pemuda yang ke-84 berlangsung dalam suasana terik matahari di Lapangan Taman Blambangan kemarin (28/10). Akibatnya, beberapa peserta terpaksa meninggalkan barisan sebelum acara selesai karena tidak kuat menahan sengatan panas matahari.

Mereka terpaksa dilarikan ke luar lapangan oleh petugas kesehatan, karena terlihat lemas lunglai. Bahkan, beberapa peserta harus digotong keluar lapangan upacara karena ambruk. Tidak hanya itu, konsentrasi peserta upacara juga terpecah sehingga terlihat ‘mengabaikan’ kedisiplinan saat upacara berlangsung.

Beberapa peserta terlihat duduk berteduh dari sinar mata hari di antara sesama peserta upacara. Peserta upacara terdiri dari kalangan pelajar, SMA dan SMP, Mahasiswa, PNS, perwakilan organisasi kepemudaan (OKP), Satpol PP dan unsur perwakilan pemuda adat.

Sedangkan anggota TNI dan Polri tidak tampak dalam barisan upacara. Walau tidak tampaknya dalam barisan upacara, namun sejumlah perwira Polri dari TNI ikut sebagai undangan dalam acara tersebut. Kapolres AKBP Nanang Masbudi dan Kepala Staf Kodim 0825 Kapten Gandu Widyo Putra tampak dalam deretan kursi undangan bersama Kejari Syaiful Anwar dan Wabup Yusuf Widyatmoko.

Bertindak sebagai pembina upacara adalah Wabup Yusuf. Ketua DPC PDIP itu, memimpin pembacaan teks Pancasila dan membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallaranggeng Dalam sambutannya, Menpora Andi mengajak seluruh kaum muda Indonesia untuk memegang peran strategis dalam percaturan dunia.

Menpora juga mengajak kaum muda untuk mendukung suksesnya kesiapan Indonesia sebagai anggota ASEAN untuk menuju komunitas masyarakat ASEAN tahun 2015. Pada tahun 2015, kita akan memasuki era baru komunitas ASEAN yang meliputi komunitas keamanan, ekonomi, dan sosial budaya.

Dalam bentuk komunitas ASEAN semacam ini, arus barang, jasa, dan orang akan semakin leluasa sehingga hal itu adalah bagian dari tantangan sekaligus kesempatan ke depan bagi bangsa dan pemuda Indonesia. Dengan demikian, persaingan tidak lagi meliputi 240 juta masyarakat Indonesia, tetapi dengan 500 juta masyarakat ASEAN.

Kita harus bisa berjaya dalam era baru tersebut, dan sekaligus tidak boleh kehilangan identitas diri ke-Indonesiaan. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan para pemuda Indonesia di segala bidang, di setiap pelosok Indonesia, untuk bisa bersaing dan memenangkan persaingan tanpa kehilangan akar budayanya.

Baca :
Truk Tronton Vs Dua Motor di Banyuwangi, Satu Tewas

Pemuda Indonesia modern harus menguasai tiga bahasa, yang pertama bahasa persatuan/ bahasa nasional Bahasa Indonesia, satu bahasa internasional, dan paling tidak satu bahasa daerah. ”Tantangan baru ke depan khususnya untuk pemuda Indonesia harus kita antisipasi,” ajak Andi seperti yang dibacakan Wabup Yusuf. ()