Beranda Politik Kiai dan Kader NU Inginkan Perubahan

Kiai dan Kader NU Inginkan Perubahan

0
464
Kalangan kiai dan kader NU membahas figur dalam konfercab NU tanggal 12-13 Januari 2013 nanti
Kalangan kiai dan kader NU membahas figur dalam konfercab NU tanggal 12-13 Januari 2013 nanti
Kalangan kiai dan kader NU membahas figur dalam konfercab NU tanggal 12-13 Januari 2013 nanti

Hasil Ijtihad Forum Silaturahmi di Kediaman KH. Suyuti Th oha


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU) yang digelar i 12-13 Januari 2013 di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung mendapat perhatian serius dari kalangan kiai dan kader NU. Khusus membahas masalah ini, puluhan kiai, pengurus pondok pesantren, dan kader NU berkumpul di Ponpes Mansyaul Huda Tegaldlimo sekaligus kediaman mustasyar PCNU Banyuwangi, KH. Suyuti Th oha.

Hadir dalam pertemuan itu adalah KH. Muhyidin, KH. Burhanuddin, KH. Syamsul Maarif, KH. Kafrawi, KH. Abdul Hadi Al Khowas dan masih banyak para kiai yang lain. Hadir pula Ketua Pagar Nusa Banyuwangi Gus Ali Maki Syamwil dan mantan Ketua Ansor Banyuwangi H. Abdillah Rafsanjani dan Nur Alami. Ada pula H. Syafi i Mustofa, Ketua Sarbumusi Banyuwangi H. Asmuni Adjie, serta beberapa pengurus MWC NU dan ranting NU dan kader muda NU dari lintas organisasi.

Loading...

Sebagai wujud ijtihad terhadap konfercab NU, para kiai dan kader NU melakukan ijtihad di Ponpes Mansyaul Huda Tegaldlimo pada (31/12). Dari hasil ijtihad itu menghasilkan beberapa pemikiran. Misalnya, berdasarkan atas azas kepatutan bahwa seorang ketua yang sudah dua periode menjabat kurang patut untuk mencalonkan atau dicalonkan kembali karena sangat menghambat kaderisasi dan menimbulkan stagnasi kepemimpinan ke depan. Hal ini sangat bertentangan dengan tradisi ulama NU yang tidak pernah berambisi akan jabatan tertentu.

“Selain itu, pengurus NU ke depan memiliki kualitas, acceptabilitas, jaringan yang kuat serta mempunyai karakter dengan kemampuan manajerial yang baik serta mengedepankan kolektivitas kepemimpinan. Selain itu, pengurus NU ke depan tidak memiliki permasalahan hukum positif, sebagaimana hasil munas NU di Cirebon 2012 tentang permasalahan korupsi,” kata Koordinator Forum Silaturahmi kader NU Banyuwangi, Iswahyudi, SH.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

error: Uppss.......!