Kuliner Tradisional Cemplung Singkong

0
668
Yusron memasak singkong cemplung di dapur rumahnya.
Yusron memasak singkong cemplung di dapur rumahnya.

ROGOJAMPI – Cemplung Singkong menjadi salah satu kuliner khas warga di Dusun Gumukagung, Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi. Tapi sayangnya, makanan manis ini mulai ditinggalkan dan sulit ditemukan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Singkong cemplung itu hasil inovasi para petani perajin gula merah. Mereka, berkreasi membuat makanan dengan cara memasak umbi-umbian menggunakan air nira (bahan pembuatan gula merah) dan maka terciptalah makanan manis yang dikenal cemplung.

Disebut cemplung karena proses memasaknya dengan cara dicemplungkan (dimasukkan). Dari beberapa jenis umbi-umbian, ternyata yang pas untuk cemplung itu singkong. “Bahan lainnya juga bisa, seperti pisang, bentol, dan ubi jalar,” ujar Yusron, salah seorang pemuda setempat.

Loading...
Faiqotul himmah, 25, memberikan campuran parutan kelapa muda pada singkong cemplung yang telah dimasak.

Menurut Yusron, makanan cemplung ini sekarang sangat susah didapat. Karena makanan tradisional itu, hanya bisa dibuat oleh orang-orang yang bekerja sebagai perajin gula merah. “Untuk proses memasaknya juga harus bertepatan dengan memasak gula merah,” katanya.

Singkong cemplung dulu banyak dijumpai di Dusun Gumukagung, Desa Gintangan. Maklum, daerah itu dulunya penuh dengan pohon kelapa dan umbi-umbian. Tetapi, saat ini masakan tradisional itu sudah mulai sulit ditemui.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2