Kunker, Bimtek, Konsultasi, Studi Banding, atau Pelesir?

0
437

PRESTASI anggota DPRD Banyuwangi dalam urusan menghabiskan anggaran untuk perjalanan ke luar daerah cukup ‘’membanggakan’’. Selama tahun 2012 hingga bulan Juli kemarin, tak kurang dari 17 agenda kunjungan keluar daerah telah dilakukan, baik yang dikemas dengan nama kunjungan kerja (kunker), bimbingan teknis (bimtek), studi banding, maupun konsultasi ke pemerintah provinsi dan pusat.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Yang pasti, tak satu pun kegiatan keluar daerah itu yang diberi label ‘’pelesir’’ he… he… he… Apa kaitannya agenda keluar daerah dengan pe- lesir? Itu sekadar mengingatkan para wakil rakyat yang terhormat agar program kunker, bimtek, konsultasi, dan sejenisnya, tidak dibuat main-main atau disalahgunakan untuk tujuan tertentu. Sebab, tak jarang agenda seperti di atas lebih banyak dimanfaatkan untuk pelesir.

Selain pelesir gratis, ada juga yang berharap dapat penghasilan tambahan. Sebab, dalam kunjungan keluar daerah banyak uang yang didapat, mulai uang akomodasi, transportasi, uang makan, uang saku dan lain-lain. Mengenai agenda pelesir ehkunker, kita berharap apa yang dilakukan anggota DPRD Banyuwangi itu tidak seperti yang dilakukan anggota DPR RI.

Sebab, beberapa waktu lalu kunker atau studi banding DPR keluar negeri banyak mendapat sorotan sinis dari berbagai elemen masyarakat. Bahkan, beberapa agenda keluar negeri akhirnya ada yang dibatalkan. Penolakan juga datang daripara mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri. Mereka menganggap manfaat kunker ke luar negeri sangat kecil, justru hanya menghambur-hamburkan uang rakyat.

Terlebih lagi, setelah para anggota DPR yang tetap ngototstudi banding ke luar negeri ter nyata kepergokpara mahasiswa sedang berbelanja di mall. Beberapa anggota rom-bongan legislator, di antaranya malah ada yang mengajak anggota keluarganya. Meski me reka beralasan bahwa keluarganya yang ikut keluar negeri menggunakan anggaran pribadi, tetap saja kurang etis. Fakta itu me nunjukkan bahwa nuansa pelesir lebih men dominasi dibanding agenda utama.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last