Lihat Tanjakan, Spontan Teriak Masyaallah!

0
377
AMPUN: Pembalap Plan B Racing Australia mengalami kram kaki kemarin.
AMPUN: Pembalap Plan B Racing Australia mengalami kram kaki kemarin.

LICIN – Etape kedua International Banyuwangi Tour de’Ijen (BTDI) tampaknya menjadi lintasan neraka bagi para pembalap. Banyak pembalap yang gagal menaklukkan sejumlah tanjakan menuju Gunung Ijen. Pada etape kedua tersebut, peserta BTDI menempuh rute sepanjang 147,4 kilometer (Km) dengan start di Kecamatan Kalibaru dan finis di Paltuding, Gunung Ijen.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Selama perjalanan Kalibaru-Banyuwangi, para pembalap lancar-lancar saja. Tantangan berat mulai menghadang mereka saat memasuki Kecamatan Licin, tepatnya di jembatan Jelun. Saat itu, para pembalap sudah mulai ngos-ngosan menghadapi tanjakan yang tajam.

Loading...

Awalnya, para pembalap berombongan. Namun, setelah memasuki Kecamatan Licin, mereka mulai bercerai-berai. Ada beberapa pembalap yang mulai tertinggal jauh dari peserta lain Puncaknya, satu per satu pembalap lempar handuk pada saat mendaki tanjakan Erek-erek. Pada tanjakan Erek-erek yang baru dikepras, para pembalap sukses melewati tanjakan meski dengan ngos-ngosan. Sukses melewati Erek-erek pertama, mereka pun semringah. Pikir mereka, tanjakan sudah selesai.

Mereka pun banyak yang melepas tangan dari setir. Namun, kegembiraan mereka pupus setelah melihat tanjakan Sengkan Saleh yang le bih tajam dan lurus. Banyak pem balap yang terkejut saat melihat tanjakan yang me lejit itu. “Masyallah!!!,’ ucap pemba lap asal Iran spontan. Sejumlah pembalap gagal menaklukkan tanjakan Sengkan Saleh. Karena tidak kuat mancal, ada yang langsung turundari sepeda, dan ada pula yang minta bantuan penonton agar didorong.

Mendengar permintaan para pembalap, beberapa warga yang menonton even internasional itu langsung mendorong ramairamai. Selain mendorong, juga ada warga yang menuntunkan sepeda pembalap. Tidak hanya itu, kaki pembalap juga ada yang kram dan harus istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Setelah beberapa saat istirahat, para pembalap itu melanjutkan perjalanan hingga finis di Paltuding. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2