Long Weekend di Puncak Ijen, Manager PT LIS Balikpapan Meninggal Dunia

0
88

Keluarga-Heru-Purwanto-berduka-karena-orang-terkasihnya-meninggal-dunia-saat-liburan-di-Kawah-Ijen

Seorang Pendaki Tewas karena Sesak Napas

LICIN – Promosi wisata yang digencarkan Pemkab Banyuwangi benar-benar membuahkan hasil. Sepanjang long weekend (libur panjang) kali ini hampir seluruh tempat wisata favorit di kabupaten berjuluk Sunrise of Java tersebut dipenuhi wisatawan.

Salah satunya adalah Gunung Ijen. Destinasi wisata yang namanya sudah kesohor di dunia itu dipadati pengunjung. Ribuan wisatawan dari berbagai daerah seolah “berebut” mendaki puncak gunung dengan ketinggian  2.443 meter dari permukaan laut (mdpl) tersebut.

Bukan hanya Ijen, destinasi wisata lain, seperti Pulau Merah, Rumah Apung Bangsring, Plengkung, Teluk Ijo, dan Pantai Wedi Ireng, juga dijubeli pengunjung. Imbas membeludaknya wisatawan itu, hampir seluruh hotel-hotel di jantung kota Banyuwangi  tidak bisa menerima tamu lagi.

Membeludaknya pengunjung Ijen mengundang protes dari sejumlah pengunjung. Mereka menyesalkan sarana dan prasarana di dekat Pos Paltuding. Misalnya, keberadaan toilet yang hanya empat unit tidak mampu menampung kebutuhan ribuan pengunjung.

“Toiletnya cuma empat, tamunya ribuan orang. Belum lagi satu petugas loket melayani ribuan  pengunjung. Jadi, pemerintahan terkesan tidak siap serbuan pengunjung Ijen,’’ keluh Aldila Afrikartika, agen travel Tirta Tour dari Bali.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, ribuan orang tampak menyemut untuk menyaksikan pemandangan alam kawah Gunung Ijen. Banyaknya wisatawan menuju kawasan wisata Kawah Gunung Ijen itu terjadi sejak Rabu (4/5).

Area parkir di Pos Paltuding penuh sesak kendaraan  pengunjung.  Namun, di tengah ramainya pengunjung yang menikmati wisata di Gunung Ijen ada satu musibah yang mengejutkan. Satu pendaki  dilaporkan tewas setelah melakukan  pendakian di atas puncak  gunung.

Pendaki nahas itu adalah Heru Purwanto, 49, manajer sebuah perusahaan pupuk di Balikpapan, Kalimantan Timur.  Saat itu Heru mendaki puncak Ijen bersama keluarga dan beberapa  rekannya. Diduga, Heru  tewas karena sesak napas yang  dia derita kambuh.

Dari informasi yang diperoleh  Jawa Pos Radar Banyuwangi, rombongan itu berangkat menuju kawasan wisata Gunung Ijen dari Genteng dan tiba di Pos Paltuding  pukul 07.00 kemarin. Selanjutnya, mereka mulai mendaki gunung yang terkenal  dengan blue fire-nya itu.

Saat mendaki gunung tidak ada tandatanda mencurigakan dan keluhan  dari korban. Rombongan pun tetap melanjutkan perjalanan. Nah, setelah sampai di puncak  gunung dan rombongan bergegas kembali turun, korban tiba-tiba dia mengeluh sesak napas.

Kemudian, pria itu turun dibantu penambang belerang menggunakan  troli yang biasanya digunakan mengangkut belerang.  ”Korban dibawa dengan troli hingga ke Pos Bunder, selanjutnya dibawa dengan trail oleh petugas BKSDA ke Paltuding,” kata Kapolsek  Licin, AKP Jupriadi.

Dari Pos Paltuding, pukul 10.30,korban dilarikan ke RSUD Blambangan menggunakan kendaraan  roda empat. Korban langsung mendapatkan perawatan. Namun,takdir berkata lain. Pukul 11.30 Heru dinyatakan meninggal dunia  oleh tim medis rumah sakit.

Menurut Kapolsek Jupriadi, dalam kasus itu tidak dilakukan  otopsi jasad korban. Sebab, pihak  keluarga menolak dan telah  membuat surat pernyataan penolakan  dilakukan otopsi. Meskitidak berkenan diotopsi, pihakkepolisian menduga penyebab tewasnya pendaki Kawah Gunung Ijen asal Balik papan itu karena penyakit sesak napas yang dia derita kambuh.

”Jenazah sudah kita serahkan kepada keluarga untuk  dibawa pulang ke Balikpapan,” pungkas Jupriyadi. (radar)

Loading...