Luncurkan Tagline Baru Banyuwangi Bahagia

0
757

BANYUWANGI – Lima hari sebelum mengakhiri masa jabatan, Bupati Abdullah Azwar Anas memimpin apel terakhir di halaman kantor Pemkab Banyuwangi  kemarin (15/10). Selain memimpin apel, Bupati Anas juga meluncurkan “Banyuwangi  Bahagia” sebagai tagline baru  Banyuwangi.

Bahagia yang dimaksud dalam tagline anyar tersebut merupakan akronim dari  kata berakhlak, sejahtera, guyub, indah, dan aman. “Jangan lupa bahagia,” ujar Anas usai meluncurkan tagline tersebut. Anas mengaku pihaknya menargetkan  rakyat Banyuwangi harus bahagia, tidak hanya sejahtera atau memiliki pendapatan per kapita yang tinggi.

Anas mencontohkan, di sejumlah kota besar di tanah air, income per kapita masyarakatnya sangat tinggi. Namun, di sisi lain jumlah warga yang bunuh diri dan kasus pembunuhan juga tinggi. “Untuk menurunkan tingkat kekerasan, masyarakat Banyuwangi harus bahagia,” katanya.

Sementara itu, tagline Banyuwangi Bahagia memiliki makna mendalam. Kata “berakhlak” mengandung makna sehebat  apa pun pembangunan dilakukan, jika  masyarakat tidak memiliki akhlak alias  moral yang baik, berbagai kemajuan yang  telah dicapai itu menjadi tidak berarti.

Lantas, akhlak yang baik tersebut perlu diiringi kesejahteraan. Sebab, jika masyarakat hanya mengandalkan akhlak yang baik tapi hidupnya tidak sejahtera, bisa menimbulkan dampak yang kurang bagus. Kata “guyub” mengandung makna rukun dan gotong-royong.

Dengan kerukunan dan gotong-royong, Banyuwangi bisa semakin maju. Kata indah dipilih dengan  harapan Banyuwangi yang saat ini sudah  bersih, diharapkan tidak menjelma menjadi kota yang kotor.  Kata aman bermakna ajakan kepada  masyarakat menjaga keamanan dan situasi kondusif di Bumi Blambangan.

“Keamanan harus dijaga. Jika tidak, akan menjadi  masalah,” kata bupati yang akan mengakhiri  masa jabatan pada 20 Oktober  mendatang itu.  Kepada PNS dan staf di lingkungan  Pemkab Banyuwangi, Anas berpesan agar mereka mempertahankan kinerja yang selama ini sudah baik.

Bahkan, kinerja tersebut harus terus ditingkatkan. Menurut Anas, transisi kepemimpinan di Banyuwangi tidak boleh dijadikan alasan bagi pegawai dan staf pemkab untuk  mengendurkan kinerja. Pelayanan publik harus terus ditingkatkan.

“Kita telah  meletakkan fondasi agar Banyuwangi  bisa bersaing dengan kabupaten dan kota lain. Ternyata kita bisa membuktikan Banyuwangi mampu bersaing. Itu harus ditingkatkan,” serunya. Mantan anggota DPR RI itu membeber indikator ekonomi dan kesejahteraan rakyat Banyuwangi mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Persentase kemiskinan berhasil  ditekan hingga dua digit, tepatnya dari  20,09 persen pada 2010 menjadi 9,57 persen pada 2014. Pendapatan per kapita penduduk Banyuwangi juga melesat tajam. Income per kapita penduduk Bumi Blambangan pada  2010 hanya Rp 14,97 juta per orang per  tahun.

Pada 2015 pendapatan per kapita  penduduk Banyuwangi telah mencapai  Rp 33,7 juta per orang per tahun. Capaian lain yang tidak kalah mentereng,  produk domestik regional bruto (PDRB)  Banyuwangi meningkat pesat dari Rp 23,46 triliun pada 2010 menjadi Rp 40,48 triliun pada 2015. (radar)