Mahasiswa Minta Dilibatkan

0
154

BANYUWANGI– Puluhan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang berasal dari seluruh perguruan tinggi di Banyuwangi, berkumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria, kemarin (19/7). Di tempat itu, mereka menggelar audiensi dengan Bupati Abdullah Azwar Anas.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa mengimbau Pemkab lebih intens menyosialisasikan program jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin, yakni Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Pada kesempatan yang sama mahasiswa juga menuntut dilibatkan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) mulai tingkat desa sampai kabupaten.

Mereka menilai selama ini tidak dilibatkan dalam penyusunan program pembangunan yang berdampak pada masyarakat luas. “Libatkan mahasiswa dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan rakyat. Selama ini kami merasa tidak pernah dilibatkan,” pinta salah satu mahasiswa.

Menanggapi permintaan mahasiswa, Bupati Anas justru meminta mahasiswa untuk turut memberikan pengertian kepada warga mampu yang kerap mengaku sebagai warga miskin saat berobat ke Puskesmas maupun rumah sakit (RS) agar dapat bantuan biaya pengobatan. “Sebab, ini berarti merampas hak warga miskin,” terangnya.

Menurut bupati, Pemkab Banyuwangi selalu mengupayakan agar seluruh warga miskin dapat mengakses sarana dan layanan kesehatan. Anggaran yang sudah digelontorkan untuk itu. Contohnya, di tahun 2011 yang lalu, dana dari Anggaran Pendapatan dan belanja Negara (APBN) sebesar Rp 5,5 miliar digelontorkan untuk program Jamkesmas. Dana sebesar Rp 3,2 miliar juga sudah digelontorkan dari APBD Kabupaten dan Provinsi untuk membiayai program Jamkesda. (radar )

Loading...