Beranda Sosial Manfaatkan Limbah Bambu, Sehari Mampu Produksi 100 Unit

Manfaatkan Limbah Bambu, Sehari Mampu Produksi 100 Unit

0
726

SUGIK tinggal di rumah sederhana di Dusun Maduran, Desa/Kecamatan  Rogojampi. Tempat tinggalnya berukuran lima meter kali enam meter. Sehari-hari suami Ayu Sriyani, 28, itu bekerja sebagai buruh bangunan. Di waktu luang, dia membuat kerajinan layang-layang.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tangan kanan memegang pisau, sedangkan tangan kirinya memegang potongan bambu yang ukurannya mulai  mengecil. Bapak dua anak itu terlihat  cukup cekatan meraut bambu. Bambu yang sudah mengecil, terus diasah dengan pisau hingga kecil dan halus.

Sesekali Sugik melekuk-lekuk bambu itu agar lentur. Dengan kaki kunjur, dia te rus menyayat bambu yang sudah halus  di pahanya yang telah diberi kain. Potongan  bambu panjang 34 centimeter  yang telah disayat tipis, bagian ujung di satukan menggunakan benang putih, dirangkai menjadi satu hingga terbentuk ragangan (rancangan) layang-layang.

Satu per satu ragangan layang-layang selesai dibentuk, lalu ditata dalam satu  ikatan dan digantung. “Saya gantung biar tidak dibuat mainan oleh anak-anak, anak-anak saya masih kecil,” cetus Sugik.  Layang-layang hasil karyanya, kebanyakan dibuat dengan memanfaatkan limbah bambu  yang telah dibuang.

Selain lebih irit, limbah bambu yang banyak ditemukan di tempat  kerjanya sebagai kuli bangunan itu sudah  kering. “Modalnya hanya kreatif, benang, dan kertas saja,” ujarnya. Layangan yang dibuat Sugik ini, tidak semuanya dari bambu bekas.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

error: Uppss.......!