Minapadi, Integrasikan Pertanian dan Perikanan

0
760

BANYUWANGI – Untuk meningkatkan produksi ikan di Banyuwangi, Dinas Perikanan segera mencanangkan program  intensifikasi gerakan minapadi, yakni sistem pemeliharaan ikan yang terintegrasi dengan penanaman padi di sawah (mix farming).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Rencananya, program itu akan dimulai tahun depan,” ujar Kepala Dinas  Perikanan dan Kelautan, Pudjo Hartanto, melalui Kabid Budidaya Perikanan, Suryono Bintang Samudra. Program tersebut selain menguntungkan petani dari segi pendapatan juga membantu mengatasi hama tanaman.

Hal tersebut karena simbiosis mutualisme  yang terjadi antara padi dan ikan. “Ikan di sawah bisa memakan hama.  Kotoran ikan bisa diserap padi sebagai nutrisi,” ungkapnya. Ikan yang dibudidaya  bisa sejenis lele, nila, dan tombro. Ada tiga pola penanaman minapadi,  yakni tumpangsari.

Maksudnya, ikan  dibudi daya bersama padi. Kemudian,  penyelang atau membudidayakan ikan di sawah pada sela musim tanam dan  palawija atau budi daya ikan bersama tanaman palawija. Sistem minapadi sudah diterapkan sejumlah petani di Banyuwangi.

Loading...

Namun, rencananya Dinas Kelautan akan mengembangkan sistem minapadi seluas  115 hektare di sejumlah wilayah yang memiliki sumber daya air cukup. “Salah satu syarat minapadi adalah ketersediaan air yang cukup. Jika melihat potensi wilayah, rencananya minapadi  akan dikembangkan di daerah sentra  air cukup, seperti Glenmore, Kalibaru, Tegalsari, Sempu, Singojuruh, dan lain-lain,” ungkapnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2