Modal Nekat, Pengangguran di Banyuwangi Sukses Budidaya Lobster Air Tawar

  • Bagikan

Kalah modal menang nekat, seorang pengangguran di Kabupaten Banyuwangi berhasil membudidayakan lobster air tawar dan lobster hias.

Selama enam bulan, pria lulusan SMA ini tetap bertahan meski harus jungkir balik. Namun kini, kegigihan dan ketekunannya dalam bisnis lobster air tawar tersebut terbayar lunas dengan omzet jutaan rupiah.

Dalam satu bulan, Ariel Rizal (29), dapat memanen pundi-pundi hingga Rp 9 juta rupiah dari belasan kolam lobster air tawar yang berada di Dusun Tegalyasan, Desa Tegalsari, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini.

Arief tak menduga, jika kenekatannya pada 8 bulan lalu kini berbuah hasil. Tak heran, jika budidaya ini menjadi usaha satu-satunya yang dia geluti guna menafkahi keluarganya.

“Sejak Agustus 2020 lalu itu. Modal nekat mas, sudah stres tingkat tinggi. Kebutuhan terus datang, cari kerja susah,” kata Arief atau yang akrab disapa Penok, Sabtu (24/4/2021).

Stress berat yang dialami Penok bermula saat Pandemi Covid-19 menjajah Indonesia pada awal 2020 lalu. Kala itu, dirinya terpaksa dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja.

Selanjutnya Penok mencoba untuk mencari alternatif pekerjaan lain, driver online. Namun menjadi ojek aplikasi rupanya juga terkendala akibat wabah virus.

“Dipecat dari tempat kerja. Terus pulang kampung. Mencoba ikut ojek online, tapi ya juga sepi. Berhari-hari kadang cuman dapet Rp 10 ribu. Rugi bensin dan terpaksa nganggur. Makin stress lah,” katanya.

Dari pengangguran itulah, Penok memacu otak berpikir keras. Hingga akhirnya muncul ide memulai bisnis lobster air tawar. Memelihara lobster memang mudah, namun dengan keterbatasan yang dimilikinya ini membuat kondisi semakin sulit.

“Sisa uang di rekening tinggal Rp 1,5 juta. Saya gunakan semua untuk modal. Saya belikan satu set indukan lobster beserta 2 kolam terpal,” katanya.

“Itupun selama beberapa bulan lobster tidak mau bertelur. Waduh, gagal ini. Hingga akhirnya lihat-lihat di YouTube dan mencoba-coba lagi. Setelah itu barulah ketemu bagaimana caranya agar lobster ini mau bertelur,” sambung Penok.

Saat ini, Penok memiliki sekitar 16 kolam terpal berukuran 1 x 2 meter. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda. Mulai dari tempat perkawinan, penetasan dan pembesaran.

Jenis lobster budidaya Penok ada dua. Yakni jenis lobster konsumsi dan lobster hias. Untuk lobster konsumsi, Penok membanderol harga perkilogram. Yakni di harga Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu perkilonya. Tergantung besar dan jumlah isian dalam satu kilogramnya.

“Alhamdulillah ada permintaan tetap dari Bali. Sekitar 17 kilogram lobster konsumsi tiap Minggunya,” katanya.
Sedangkan untuk lobster hias, dirinya menjual secara paket indukan atau eceran. Untuk lobster hias berukuran satu inchi, Penok membanderol dengan harga Rp 2 ribu atau Rp 3 ribu. Tergantung jenis lobster hiasnya.

“Lobster hias ini untuk memenuhi permintaan peminat Aquascape. Tergantung ukuran, mau berapa inchi. Harganya mulai dari Rp 2 ribu sampai Rp 7 ribu per ekor,” katanya.

Selain itu, bisa juga membeli satu set indukan bagi yang ingin membudidayakan juga. Satu set indukan harganya Rp 150 ribu, isinya 3 indukan jantan dan 5 betina.

“Atau juga paket Rp 1,2 juta, plus kolamnya juga,” kata Penok, salah satu pembudidaya lobster air tawar konsumsi dan lobster hias di Kabupaten Banyuwangi tersebut. (*)

Sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/343405/modal-nekat-pengangguran-di-banyuwangi-sukses-budidaya-lobster-air-tawar

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: