Mogok Berakhir, Pelayanan Buka Lagi

0
175

mogokPenyidik Periksa 13 Orang Kasus Cantuk


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SINGOJURUH – Aksi tutup kantor Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, sudah berakhir. Kemarin, perangkat desa setempat sudah mulai ngantor dan melayani masyarakat. Meski begitu, kepala desa setempat, Masbudi, masih absen lantaran sakit. Tiga pilar kecamatan setempat mengunjungi kantor desa tersebut siang kemarin. Mereka melihat aksi boikot para perangkat desa selama sepekan sudah tidak ada. ‘’Alhamdulillah sudah buka lagi,’’ ujar Camat Singojuruh, Nanik Machrufi , saat meninjau kantor desa kemarin.

Dia menginginkan aksi mogok ngantor itu tidak terulang. Artinya, aksi masal itu diharapkan yang terakhir. ‘’Pelayanan masyarakat harus diutamakan,’’ ungkap pejabat berkacamata itu. Menurut dia, beberapa insiden yang terjadi Minggu lalu (24/3) jangan sampai mengorbankan masyarakat. Sebab, persoalan hukum sudah ada yang menangani. ‘’Proses hukum masih terus jalan. Pak Kapolsek sudah menangani,’’ tandasnya. Kapolsek Singojuruh AKP Maspud menegaskan, proses hukum atas insiden yang terjadi di kantor desa sepekan lalu masih jalan terus.

Proses penyidikan masih berlangsung. ‘’Sudah tiga belas orang yang kita mintai keterangan,’’ kata Maspud kemarin. Saat ditanya apakah sudah ada tersangka, Maspud mengaku masih mengumpulkan keterangan. Penyidik belum menetapkan satu pun tersangka. ‘’Masih belum,” tandas mantan Kanitpatroli Satlantas Polres Banyuwangi itu. Sementara itu, seiring bukanya kantor desa, warga banyak yang datang untuk mengurus administrasi. Selain itu, beras raskin dari Bulog juga sudah tiba di kantor desa kemarin.

Diberitakan sebelumnya, situasi keamanan di Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, mencekam. Kondisi itu merupakan buntut aksi ratusan warga yang merusak kantor desa pada Minggu (24/2). Kondisi yang tidak kondusif itu menyebabkan perangkat desa tidak ngantor sementara. Praktis, kantor Desa Cantuk sepi dari aktivitas pelayanan. Perangkat desa enggan ngantor karena takut diintimidasi warga. Mereka sengaja mogok ngantor lantaran trauma atas peristiwa yang terjadi Minggu siang (24/2). (radar)

Loading...