Musim Panen, Harga Kedelai Merosot

0
1430

para-petani-memilah-kedelai-yang-telah-digiling-menggunakan-mesin-di-dusun-dambuntung-desa-kedungasri-kecamatan-tegaldlimo-banyuwangi-kemarin


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

TEGALDLIMO – Masa panen kedelai di wilayah Kecamatan Tegaldlimo dan sekitarnya tampaknya tidak membuat para petani tersenyum. Sebab, harga kedelai  lokal anjlok di kisaran Rp 6.100  per Kilogram (Kg). Salah satu petani kedelai, Sugiono, 41, asal Dusun Dambuntung, Desa  Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo,  mengeluhkan harga kedelai lokal  yang makin terpuruk. Sebelumnya,  harga kedelai lokal dengan kualitas bagus Rp 7.000 per kilogram.

“Mulai  panen harga terus turun, sekarang hanya Rp 6.100 per Kg,” ujar Sugiono  saat memilah kedelai di halaman rumahnya kemarin (31/10).  Harga kedelai tingkat petani, terang dia, tahun ini menurun drastis di bandingkan tahun lalu. Sebelum masa panen, para petani kedelai berharap dapat menikmati harga dari pemerintah Rp 7.400 per Kg.

Loading...

“Tahun lalu itu harga kedelai  Rp 6.800 per Kg,” ungkapnya.  Menurut Sugiono, biaya operasional tanaman kedelai di lahan seluas seperempat hektare itu mencapai Rp 1 juta. Jika kondisi  normal dan cuaca mendukung, bisa panen mencapai tiga kuintal.  Jika kedelai bersih hanya Rp 6.100 per Kg, maka petani hanya mendapatkan hasil kotor Rp 830 ribu  setelah dipotong pembelian benih  dan biaya produksi.

“Hasilnya sangat tipis. Itu pun masih belum  dipotong biaya giling dan jemur,”  jelasnya.  Merosotnya harga kedelai itu tentu sangat memukul petani kedelai. Dampaknya, petani menjadi enggan untuk menanam kedelai dan beralih ke tanaman hortikultura. Jika ini tidak lekas di atasi, dikhawatirkan tahun  depan luas areal pertanian yang ditanami kedelai menurun drastis.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2