Nyuci Pakaian, Terseret Arus, Tewas

0
769
RITUAL: Sejumlah warga membungkus makanan usai menggelar doa di Kanal Singir, Desa lambangan, Muncar.
RITUAL: Sejumlah warga membungkus makanan usai menggelar doa di Kanal Singir, Desa lambangan, Muncar.
RITUAL: Sejumlah warga membungkus makanan usai menggelar doa di Kanal Singir, Desa lambangan, Muncar.

GAMBIRAN- Nasib malang menimpa Katini, 62. Wanita itu tewas mengenaskan setelah hanyut di Sungai Kalisetail, masuk Dusun Lidah, Desa/Kecamatan Gambiran, kemarin. Ceritanya, pukul 16.00 Katini bersama seorang cucunya mencuci pakaian di Sungai Kalisetail di belakang rumahnya di Dusun Lidah, Desa/Kecamatan Gambiran.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ketika sedang mencuci, mendadak ada pakaian yang terseret arus sungai. Katini pun berusaha mengambilnya. “Namun, saat itu arus sungai sangat besar, sehingga Bu Katini terbawa arus sungai tersebut,” kata Suyitno, salah satu tetangganya. Ketika Katini terbawa arus sungai, sang cucu yang masih belajar di taman kanak-kanak (TK) tersebut naik ke tepi sungai dan berteriak minta tolong. Tak lama kemudian, warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP) langsung berhamburan mendatangi lokasi.

Loading...

Sayang, derasnya air sungai membuat tubuh Katini cepat sekali terbawa arus, sehingga upaya warga tak membuahkan hasil. Sekitar 200 meter arah selatan sungai tersebut, Slamet, yang tak lain adalah anak kandung Katini, sedang memancing ikan. Dia pun sangat terkejut saat melihat tubuh manusia terbawa arus sunga Tanpa pikir panjang, lelaki berusia sekitar 37 tahun tersebut langsung melompat ke tengah sungai dan memberikan pertolongan.

“Setelah ditolong, Slamet bertambah kaget, karena ternyata yang hanyut itu adalah ibu kandungnya sendiri,” tutur sekretaris Himpunan Kerukunan Tani Indonesia tersebut. Masih kata Suyit, sesaat setelah berhasil dientas dari sungai, Katini dibawa ke Rumah Sakit Al-Huda, Gambiran, untuk mendapatkan pertolongan. “Tapi akhirnya Bu Katini meninggal,” ujarnya. Suyit menyebutkan bahwa besarnya arus sungai tersebut sebenarnya bukan karena hujan deras.

Namun, karena pintu air di Dam Jembatan Gantung, Dusun Maron, Kecamatan Genteng, baru saja dibuka oleh penjaganya. Terkait dibukanya pintu air di dam tersebut, karena saat itu cuaca sangat mendung. Dikhawatirkan akan turun hujan deras yang menyebabkan air sungai membesar. “Itu memang rutin. Kalau akan hujan, pintu dam dibuka agar air tidak meluber,” pungkasnya. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2