Ormas Jangan Lakukan Sweeping

  • Bagikan

Kapolres: Itu Bentuk Pelanggaran Hukum

KALIBARU – Aksi anarkis ya ng dilakukan sebuah Ormas di Kendal, Jawa Tengah mengundang perhatian jajaran ke polisian, termasuk Polres Banyuwangi. Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi me-warning kepada Ormas untuk tidak melakukan sweeping tempat maksiat. Sebab, cara-cara seperti itu dianggap main hakim sendiri. Dia berharap di Banyuwangi tidak ada ormas yang melakukan tindakan seperti di Kendal.

”Jangan sampai ada yang menodai bulan Ramadan dengan tindakan sweeping oleh pihak-pihak yang tidak punya kewenangan untuk itu (seperti ormas di Kendal). Itu pelanggaran hukum,’’ tegas Nanang Masbudi, kemarin. Menurut Nanang, bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan barokah. Seharusnya, dalam bulan Ramadan, masyarakat (khususnya umat Islam) harusberbuat baik dan beribadah.

”Bila ada ormas yang melakukan sweeping akan kita tindak sesuai hukum yang berlaku. Masyarakat jangan main hakim sendiri. Informasikan kepada Polri jika ada ormas yang main hakim sendiri,’’ imbau Nanang. Di Banyuwangi, berdasarkan hasil rapat koordinasi semua komponen, kegiatan sweeping tempat hiburan sepakat dilakukan oleh Satpol PP dan kepolisian Seperti yang dilakukan anggota Polres Banyuwangi Sabtu lalu (20/7).

Dimana, polisi telah merazia satu tempat hiburan malam, yakni Karunia Kafe karena nekat buka selama bulan Ramadan. ”Harapan kami kasus ormas melakukan sweeping di Kendal tidak terjadi di Banyuwangi,’’ harap Nanang. Menghadapi arus mudik danbalik Lebaran, Polres Banyuwangi juga menggelar Operasi Ketupat. Sasaran operasi ini untuk pelayann masyarakat dengan mendirikan pos pengamanan (pospam) di tempat-tempat tertentu seperti stasiun kereta api, tempat wisata, serta di ASDP Ketapang.

”Kami juga dirikan rest area agar masyarakat nyaman berlebaran,’’ tandas perwira polisi asal Mojokerto itu. Sementara itu, menjelang mudik Lebaran, Polisi Lalu Lintas (Polantas) Kalibaru yang berjaga di perbatasan Banyuwangi dan Jember tampaknya harus lebih ekstra lagi mempersiapkan diri. Sebab, tikungan di Gunung Gumitir yang menjadi pembatas dua kabupaten bertetangga ini rawan kecelakaan.

Jika hujan deras, longsor juga mengancam kawasan tersebut. Sebagai langkah antisipasi agar kemacetan dan kecelakaan tak terjadi, Polantas Kalibaru akan meningkatkan patroli baik siang maupun malam. “Patroli akan kita tingkatkan dibanding biasa,” kata Kanitlantas Kalibaru Aipda Yulianto. Selain patroli di sepanjang jalan raya, Polantas juga menyiapkan alat berat, mobil derek, dan gergaji mesin untuk memangkas kayu yang melintang di jalan.

Baca :
Berjalan Seberangi Jalan, Tewas Ditabrak Motor

Itu dilakukan karena di Gunung Gumitir sering terjadi longsor dan pohon roboh, terutama saat hujan deras dan angin kencang melanda. Parahnya, berdasar pengalaman, longsoran tebing dan pohon tersebut sering melintang ke badan jalan. Arus lalu lintas pun menjadi macet. “Makanya kita siapkan gergaji mesin dan alat berat. Dalam mempersiapkan alat berat dan gergaji mesin, kita sudah bekerja sama dengan pihak perkebunan. Mobil derek kita datangkan dari DLLAJ Jatim,” tuturnya. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: