Pabrik Merasa tak Pernah Memecat

0
327
SUPORTER:Simpatisan buruh PT Mayamenunggu di teras Pengadilan Negeri
Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI – Sidang lanjutan kasus pemberian gaji di bawah upah minimum kabupaten (UMK) dengan terdakwa Direktur Keuangan PT. Maya, Muncar, H. Agus Wahyudin, tampaknya semakin seru. Pihak perusahaan pengalengan ikan tersebut merasa tidak pernah memecat 107 buruh.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pernyataan itu disampaikan Manajer Personalia PT. Maya, Muncar, Sigit Pramudya, saat menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (14/8). “Perusahaan tidak pernah melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) kepada para buruh,” cetusnya seraya disambut suara gemuruh para buruh yang memenuhi ruang sidang utama PN Banyuwangi kemarin.

Dalam kesaksiannya, warga Dusun Sumberayu, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, itu menyebut bahwa pada tahun 2010, pabrik pengolahan ikan itu sebenarnya akan direlokasi. Maraknya aksi demo buruh dianggap sebagai pemicu yang menyebabkan produksi terganggu. “Pabrik akan direlokasi,” kata Sigit. Tetapi, rencana relokasi itu diurungkan setelah ada tanda tangan para buruh yang menyatakan siap bekerja lagi.

Buruh yang tanda tangan jumlahnya sekitar 500 orang lebih. “Karena para buruh mau bekerja, rencana relokasi itu pun tidak jadi,” terangnya. Mengenai 107 buruh yang dirumahkan, Sigit menyebut perusahaan tidak pernah memberhentikan mereka. Hanya, lanjut dia, saat itu perusahaan hanya mempekerjakan para buruh yang mau bekerja dan dibuktikan pernyataan bersama dan tanda tangan.

Loading...

“Karyawan yang bekerja itu memang yang mau bekerja lagi,” dalihnya. Ditanya majelis hakim mengenai pemberian gaji di bawah UMK, Sigit membeberkan bahwa gaji pada para karyawan pada 2010 lalu sebenarnya sudah ada yang di atas UMK. “Ada yang berdasar UMK, juga ada yang berdasar pasaran setempat,” sebutnya. Menurut Sigit, upah berdasar pasaran setempat itu, seperti buruh lepas B yang diberi upah sebesar Rp 28 ribu per hari.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2