PAD tak Maksimal, DPRD Panggil Disbudpar

0
691
Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi, Handoko.

BANYUWANGI – Setelah memanggil Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag), Komisi Perekonomian DPRD memanggil Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kemarin (9/8).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pemanggilan itu terkait dengan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata yang dinilai tidak maksimal. Komisi 11 menilai, meningkatnya kunjungan wisatawan ke Banyuwangi belum mampu mendongkrak perolehan PAD.

“Tahun 2017 ini ditarget untuk PAD Rp 19 miliar, dan hingga kini target tersebut sudah masuk pada angka Rp 12 miliar,” ungkap Ketua Komisi Perekonomian DPRD Handoko. Handoko mengatakan, Disbudpar yang baru mendapatkan pelimpahan dari Badan Pendapatan merah (Bapenda) untuk sektor pajak dan retribusi daerah ditarget bisa mendongkrak PAD dari sektor pajak dan retribusi restoran dan perhotelan.

Loading...

Sayangnya, hingga pertengahan tahun 2017 perolehan retlibusi dan pajak dari sektor pariwisata masih belum sebanding dengan kunjungan wisatawan yang datang berkunjung ke Banyuwangi yang meningkat hingga 150 persen dlibanding tahun sebelumnya.

Politisi Partai Demokrat itu menilai masih terjadi kebocoran PAD. Jika Disbudpar bisa menekan kebocoran pajak dan retribusi tersebut, maka akan melampaui target capaian PAD. Salah satu sektor yang dinilai belum maksimal yakni pengelolaan Grand Watudodol (GWD).

Lanjutkan Membaca : 1 | 2