Beranda blog Halaman 2

PKK Banyuwangi Keliling Bagikan Starter Pack Cegah Covid-19 ke Pedagang Pasar hingga Warung

0
Foto: banyuwangikab.go.id

BANYUWANGI – Upaya menekan penyebaran Covid-19 dilakukan berbagai pihak di Banyuwangi secara bergotong royong. Salah satunya dilakukan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Banyuwangi. Mereka membagikan ”starter pack” untuk mencegah Covid-19, antara lain berisi masker, faceshield, sarung tangan, hand sanitizer, dan suplemen vitamin.

“Salah satu tantangan terbesar agar kita tetap produktif dan aman dari Covid-19 adalah bagaimana beradaptasi dengan kebiasaan baru, yaitu disiplin bermasker, bahkan faceshield, serta konsumsi gizi seimbang, termasuk vitamin. Khusus bagi pedagang, penggunaan sarung tangan juga penting,” ujar Ketua TP PKK Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Anas saat membagikan paket tersebut ke pedagang Pasar Blambangan seperti dilansir dari banyuwangikab.go.id, Rabu (29/7/2020).

Oleh karena itu, sambung Ipuk, PKK Banyuwangi bergerak membagikan paket untuk cegah Covid-19 tersebut ke pedagang pasar tradisional, pedagang sayur keliling yang biasa disebut ”wlijo”, hingga warung-warung rakyat. Total dalam sebulan terakhir, telah dibagikan lebih dari 500 starter kit.

”Pencegahan Covid-19 adalah kerja gotong royong. PKK sebagai salah satu bagian kelompok di Banyuwangi tentu berkewajiban turun dalam kerja tersebut, bersama pihak-pihak lain yang juga telah bekerja keras, mulai para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang tak lelah mengajak warga taat protokol kesehatan, TNI, Polri, teman-teman ormas, parpol, komunitas, dan sebagainya,” papar Ipuk.

Dia menambahkan, PKK Banyuwangi sengaja memfokuskan diri kepada para pedagang pasar, pedagang sayur, dan warung rakyat karena mereka punya intensitas pertemuan dengan banyak orang yang cukup tinggi. Sehingga perlu benar-benar terlindungi serta sadar protokol kesehatan. 

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Peace and Love Banyuwangi Siap Gelar Aksi Sosial Kemanusiaan

0
Foto: Radar Banyuwangi – Jawa Pos

BANYUWANGI – Masih adanya saudara kita yang membutuhkan uluran bantuan tangan dan yang terdampak pandemi Covid-19. Menggugah sebuah komunitas organisasi sosial kemanusiaan Peace and Love (PL) hadir di Banyuwangi.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, Selasa (28/7/2020), pengurus dan anggota Peace and Love Banyuwangi resmi dilantik oleh Ketua Peace and Love Jawa Timur, Asrilia Kurniati yang digelar di Hotel Ketapang Indah.

Ketua Peace and Love Jawa Timur, Asrilia Kurniati mengatakan PL didirikan pertama kali di Jakarta pada 7 Mei 2011, selanjutnya di tahun yang sama pada 11 Oktober 2011 didirikan Surabaya. Dan pada tanggal 18 Oktober 2017 didirikan PL Jawa Timur.

“Saat ini ada empat DPD, ada cabang DPC seperti Surabaya, Malang, Banyuwangi dan next selanjutnya Sidoarjo,” jelas Asrilia.

Asrilia menjelaskan PL konsen dibidang sosial dan kemanusiaan tujuannya adalah mambantu saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran bantuan dan tepat sasaran. Alhamdulillah, PL resmi telah terdaftar di bawah badan hukum di bawah Kemenkumham dan Kementerian Sosial.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Rapat Kerja di Banyuwangi, Sesmenko Marves: Habiskan Uang Anda di Sini

0
Foto: banyuwangikab.go.id

BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi mulai menjadi destinasi berbagai kementerian dan lembaga untuk beraktivitas di era adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Salah satunya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) yang menggelar rapat kerja mulai Selasa-Kamis (27-29/7/2020). Sedikitnya 163 karyawan Kemenko Marves rapat di Banyuwangi.

“Pemerintah memang terus mendorong aktivitas yang produktif dan aman dari Covid-19, termasuk melalui kegiatan kementerian. Kita gerakkan ekonomi daerah, ini ratusan pakaian dan penutup kepala khas Banyuwangi kami pesan ke penjahit kampung di Banyuwangi,” ujar Sekretaris Kemenko Marves Agung Kuswandono seperti dilansir dari banyuwangikab.go.id, Selasa (28/7/2020).

“Saya bilang ke semua peserta, ayo beli oleh-oleh di UMKM, kulineran di warung rakyat. Istilahnya, habiskan uang Anda di Banyuwangi,” imbuh Agung kepada para peserta.

Agung mengatakan, Kemenko Marves mendorong kementerian yang ada di lingkungannya untuk kembali berkegiatan, terutama di daerah-daerah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sebanyak tujuh kementerian/lembaga di bawah Kemenko Marves yang diinstruksikan untuk kembali menggelar MICE di daerah adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian ESDM, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Nikmatnya Palapa Sampan, Kuliner Khas Nelayan Banyuwangi

0
Foto: NusaDailycom

BANYUWANGI – Banyuwangi tak hanya dikenal dengan aneka ragam adat budaya dan destinasi wisatanya. Kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini, juga dikenal memiliki ragam kuliner yang sedap di lidah.

Bahkan, kuliner di Banyuwangi memiliki khas dan keunikan tersendiri. Seperti kuliner unik yang biasa disantap oleh nelayan saat melaut.

Dilansir dari NusaDailycom, “Palapa Sampan” namanya. Jenis olahan ikan dengan bumbu yang kental tersebut tergolong baru bagi warga Banyuwangi. Namun bagi warga Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, masakan ini menjadi menu utama saat pergi melaut.

Maklum saja, daerah paling Timur kota Banyuwangi ini kebanyakan adalah nelayan yang mencari ikan di Selat Bali dan perairan sekitarnya.

“Ini memang masakan khas nelayan Banyuwangi. Kita hanya membawa bumbu dan masaknya diatas sampan. Sementara bahan ikan ya saat dapat memancing atau menjaring dilautan,” ujar Bunawi (60) salah satu nelayan Kampung Mandar, Senin (27/7/2020).

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Pasien Sembuh Covid Bertambah, Banyuwangi Kembali Masuk Zona Kuning

0
Foto: banyuwangikab.go.id

BANYUWANGI – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi kembali melaporkan adanya pasien sembuh Covid-19 sebanyak 5 orang. Sehingga total pasien sembuh Covid-19 per 27 Juli di Banyuwangi, ada 44 pasien sembuh dari 56 kasus konfirmasi covid. Banyuwangi pun kini kembali ditetapkan masuk ke zona kuning.

”Kami bersyukur setelah menjalani protokol perawatan dan penaganan covid 19, lima pasien positif kini dinyatakan sembuh. Kelimanya adalah pasien kasus nomor 42, 43, 44, 45 dan 46. Sehingga, kini dari 56 kasus infeksi corona di Banyuwangi, 44 orang telah sembuh, 10 orang dalam perawatan, dan dua meninggal,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono seperti dilansir dari banyuwangikab.go.id, Senin (27/7/2020).

“Meski sudah sembuh, mereka kami minta untuk tetap menjalankan aturan protokol covid 19. Harus jaga jarak, pakai masker, dan menjaga daya tahan tubuh,” imbuh Rio, panggilan akrab Widji Lestariono. 

Rio melanjutkan, jika dihitung angka kesembuhan pasien Covid-19 Banyuwangi mencapai 78 persen, lebih tinggi dari rata-rata provinsi dan nasional. 

“Semoga kesembuhan ke depan terus meningkat, dan penambahan kasus baru bisa kita tekan,” imbuh Rio .

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Bupati Anas Dorong Warga Bikin Kebun Hidroponik di Pekarangan Rumah

0
Foto: banyuwangikab.go.id

BANYUWANGI – Bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah menjadi semakin tenar saat masa pandemi virus Corona. Sebab selain bisa membunuh waktu luang saat di rumah saja, kegiatan ini juga bisa menghemat pengeluaran untuk bahan pangan.

Manfaat itu benar-benar dirasakan oleh seorang Rina Covi Cahyani. Perempuan yang tinggal di Desa Watukebo Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi ini memanfaatkan pekarangan belakang rumahnya menjadi kebun mini. Ribuan flora dari ratusan jenis tanaman memenuhi kebun seluas 1.200 m2 tersebut. 

“Dulunya ini adalah petak sawah peninggalan orang tua. Sawah ini selalu tergenang air, sehingga tidak produktif. Lalu terbersit untuk dibuat kebun. Apalagi kami suka bercocok tanam,” kata Rina seperti dilansir dari banyuwangikab.go.id. 

Akhirnya, dengan berbekal hobi Rina bersama suaminya mulai mengubah lahan sawah menjadi kebun. Berbagai macam flora ditanam di kebun yang kini bernama Cahaya Hydro Farm. Mulai dari jenis tanaman polowijo, bunga, tanaman bunga dalam pot (tabulampot), maupun toga.

“Setidaknya, kini ada 100 jenis lebih tanaman yang tumbuh di kebun tersebut. Semua kami kelola secara organik, memanfaatkan pupuk organik,” jelas Rina.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Info Pemadaman Listrik 28 Juli 2020

0
INFO PENINGKATAN KEANDALAN JARINGAN LISTRIK
PT. PLN (PERSERO) UP3 BANYUWANGI
Hari / Tanggal:Selasa, 28 Juli 2020
Jam:08:30 - 16:00 WIB
Lokasi Padam:Ds. Bangorejo, Ds. Kebondalem, Ds. Sambirejo, Ds. Buluagung, dan sekitarnya
Pekerjaan:Pemeliharaan dan Rabas-Rabas pada Jaringan SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah) 20.000 Volt - Penyulang Kesilir
Wilayah Kerja:PLN Unit Layanan Pelanggan Jajag
Apabila pekerjaan selesai sebelum jam 16.00 WIB, maka aliran tenaga listrik akan Dinormalkan kembali.
Apabila sampai dengan jam 11.00 WIB tidak ada pemadaman, berarti pemadaman dibatalkan.
Sumber : https://www.facebook.com/plnup3banyuwangi/, Untuk informasi maupun pengaduan pelayanan silahkan langsung melalui Contact Center PLN 123 atau melalui aplikasi PLN MOBILE.

PHDB Poliwangi Berdayakan Petani Kopi Papring

0
Foto: Radar Banyuwangi – Jawa Pos

BANYUWANGI – Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat. Kali ini Program Hibah Desa Binaan (PHDB) dilaksanakan pada Sabtu siang (25/7/2020) di Lingkungan Papring, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro. Kegiatan itu diikuti oleh Kelompok Petani Kopi Bratasena.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, sebanyak sepuluh mahasiswa yang terdiri dari Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata, Program Studi Agribisnis dan Program Studi Teknik Manufaktur Kapal terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka dibimbing oleh Ayu Purwaningtyas, SHut, MM, Dosen Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata Poliwangi.

Menurut Ayu Purwaningtyas, kegiatan PHDB itu bertujuan mengembangkan soft skills dan hard skills mahasiswa.

“Selain itu memberikan motivasi dan menumbuhkan kepedulian mahasiswa dalam memberikan kontribusi pada pembangunan desa,” terangnya.

Kelurahan Kalipuro merupakan salah satu daerah di Banyuwangi sebagai penghasil kopi, lanjut Ayu, sehingga produksi kopi di daerah itu sudah tidak diragukan lagi. Namun, kualitas produk yang bagus saja tidak cukup untuk menarik konsumen, sehingga dibutuhkan sebuah promosi.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Temui Pegiat Kopi, Bupati Anas Bakar Semangat Sambut Adaptasi Kebiasaan Baru

0
Foto: banyuwangikab.go.id

BANYUWANGI – Para pegiat dan pelaku usaha kopi di Banyuwangi mulai menata diri untuk bangkit setelah dihajar dampak pandemi Covid-19. Salah satunya di Kecamatan Kalibaru, yang merupakan sentra produksi kopi di Banyuwangi. Kopi dari kawasan tersebut, di antaranya dari Kebun Malangsari, telah diekspor rutin ke sejumlah negara.

“Alhamdulillah, saya liihat kemarin perlahan tapi pasti, mulai bergeliat lagi. Kita harus optimistis menyambut era adaptasi kebiasaan baru. Hulunya kita perkuat, hilirisasi kopinya juga dioptimalkan. Sehingga ekonomi kembali bergerak,” ujar Anas seperti dilansir dari banyuwangikab.go.id, Minggu (26/7/2020).

Anas telah bertemu dengan para petani dan pegiat kopi Kalibaru di Ruang Terbuka Hijau Sawunggaling, Sabtu (25/7/2020) kemarin. Kalibaru selama ini memang dikenal sebagai daerah penghasil kopi. Di kecamatan tersebut, perkebunan kopi rakyat mencapai 9.721 hektar. Potensi ini terus dikembangkan hingga sektor hilir.

“Saya sangat senang melihat banyak anak muda yang kini terlibat dalam pengembangan kopi. Tidak hanya bergerak dalam pertanian kopi saja. Tapi, sudah mulai melakukan pemrosesan kopi siap saji. Juga mulai banyak kedai-kedai kopi yang dibuka. Ini memberi nilai tambah ekonomi,” cerita Anas.

Potensi tersebut, imbuh Anas, akan terus dimaksimalkan. “Pemkab Banyuwangi membantu pendampingan dan promosinya. Di era adaptasi kebiasaan baru setelah dampak pandemi Covid-19, kami akan prioritaskan Kalibaru sebagai agenda promosi wisata kopi di Banyuwangi,” janji Anas.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Datangi Puskesmas, Bupati Anas Cek APD sampai Dorong Imunisasi Jemput Bola

0
Foto: banyuwangikab.go.id

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengecek puskesmas untuk memantau berbagai kesiapan agar terus waspada di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Anas memantau ketersediaan alat pelindung diri hingga pelaksanaan penelusuran kontak pasien Covid-19.  

Menurut Anas, di masa transisi ini, aktivitas warga di luar rumah sudah mulai meningkat. Intensitas warga berinteraksi satu dengan lainnya juga makin tinggi. 

“Jadi di masa transisi yang harus dicek itu adalah fasilitas kesehatan,” kata Anas saat meninjau kesiapan Puskesmas Kalibaru Kulon seperti dilansir dari banyuwangikab.go.id, Sabtu (25/7/2020).

Anas didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Guntur Priambodo, Plt Kepala BPBD Abdul Kadir, dan Kepala Dinas Kesehatan dr Widji Lestariono.

Dari hasil pemantauan di puskesmas, Anas menyebutkan bahwa ketersediaan stok APD untuk menunjang pelayanan kesehatan di sana telah memadai. Kapasitas penelusuran kontak yang dilakukan petugas puskesmas juga menjadi perhatian Anas. 

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

error: Uppss.......!