Beranda blog Halaman 3

Seperti di Belanda, Bilik Kuliner Steril Hadir di Banyuwangi

0
Foto: banyuwangikab.go.id

BANYUWANGI – Para pelaku wisata Banyuwangi terus bergeliat menyambut masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) alias new normal. Seperti yang terlihat di kawasan kuliner Kampung Mandar dengan membuat bilik kuliner steril untuk pengunjungnya.

Dilansir dari banyuwangikab.go.id, wisata kuliner ini berlokasi di Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, yang tak lain adalah kawasan sekitar muara Pantai Boom. Menunya tentu saja khas daerah sekitar pantai, yaitu ikan bakar.

“Terima kasih teman-teman nelayan Kampung Mandar, dinas terkait, kecamatan, dan Bank Jatim yang memberi dukungan. Kehadiran tempat kuliner unik seperti ini memberi semangat kepada kita semua untuk bekerja lebih kreatif memulihkan ekonomi lokal setelah dihajar dampak pandemi Covid-19,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat meresmikan kawasan kuliner itu, Jumat (24/7/2020).

Kampung ini dulunya adalah kawasan yang terkesan kumuh. Perlahan, dengan pendampingan Dinas Kelautan dan Perikanan, sejak tiga tahun lalu keluarga nelayan membuat warung-warung dengan menu ikan laut. Kawasan tersebut pun mulai berubah.

“Pada 2018, mulai digelar festival pasar ikan sebagai strategi agar kawasan berubah menjadi lebih bersih. Warung kami promosikan, dinas terus mendampingi, akhirnya warga mulai mendapat tambahan pemasukan. Selama pandemi pasti jeblok, makanya sekarang kita bangkitkan lagi, termasuk dengan model bilik kuliner steril semacam ini,” ujarnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Positif Covid-19 di Banyuwangi Bertambah 7 Orang, Mayoritas dari Penelusuran Pasien Sebelumnya

0
Foto: banyuwangikab.go.id

BANYUWANGI – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi pada Sabtu (25/7/2020) mengumumkan kembali penambahan kasus konfirmasi Covid-19 sebanyak 7 orang. Bersamaan dengan itu, juga diumumkan adanya satu pasien sembuh. Sehingga kini ada 56 kasus positif, di mana 39 sudah sembuh, 15 perawatan, dan 2 meninggal.

”Peningkatan kasus positif ini harus terus menjadi perhatian bagi kita agar semuanya disiplin menerapkan protokol kesehatan,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono seperti dilansir dari banyuwangikab.go.id.

“Aktivitas produktif yang telah kita mulai kembali saat ini jangan sampai membuat kita lengah terhadap potensi terjadinya penularan virus ini,” imbuh Rio, sapaan akrab dokter alumnus Universitas Airlangga tersebut.

Rio lalu membeberkan riwayat ketujuh pasien tersebut. Untuk pasien konfirmasi 50, 51, dan 52 merupakan hasil tracing kontak erat dari pasien konfirmasi 45. Ketiga pasien asal Kecamatan Srono itu terdiri atas pria usia 60 tahun dan dua orang perempuan berusia 55 tahun & 30 tahun. 

“Pasien 45 sendiri adalah sopir logistik rute Bali yang terkonfirmasi positif. Pasien 50, 51, 52 tinggal serumah dengan pasien 45.  Sekarang semua pasien sudah dalam penanganan medis,” ujar Rio.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Terapkan Protokol Kesehatan, Banyuwangi Keluarkan Panduan Transaksi Hewan Qurban

0
Foto: banyuwangikab.go.id

BANYUWANGI – Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi mengharuskan penerapan protokol kesehatan yang ketat dalam pelaksanaan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penularan virus corona penyebab Covid-19, sekaligus tetap menjamin aspek kehalalan dan kebersihan daging kurban.

Dilansir dari banyuwangikab.go.id, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setyawan mengatakan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan Covid-19 antara lain terkait dengan sumber daya manusia (SDM), proses pemilihan hewan kurban, penyembelihan dan pengelolaan, hingga pendistribusian daging kurban.

“Baik penjual kambing, pembeli, bahkan panitia diwajibkan memperhatikan aturan yang berkaitan dengan physical distancing untuk selalu menjaga jarak, memakai masker, sarung tangan, kacamata safety, apron dan sepatu boots,” kata Arief, Jumat (24/7/2020).

Selain SDM, kata Arief, pihaknya juga memberlakukan standar pemilihan hewan kurban. Untuk mendapatkan hewan kurban yang sehat, Arief mengimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban hanya di tempat-tempat yang telah tersertifikasi oleh Dinas Pertanian. Para pedagang kambing tersebut mendapat surat sertifikat resmi dari dinas sebagai tanda telah memenuhi standar pemilihan hewan kurban dan patuh pada aturan protokol kesehatan.

“Belilah ternak ditempat yang sudah tersertifikasi. Selain lebih aman karena protokol kesehatannya jalan, ternak yang dibeli di tempat-tempat tersebut kami jamin bebas penyakit dan sesuai syari’at Islam,” ujar Arief.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Banyuwangi Diprediksi Jadi Jujugan Wisatawan di Era New Normal

0
Foto: banyuwangikab.go.id

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi serius menerapkan protokol kesehatan ketat di sektor wisata dengan melakukan sertifikasi pada destinasi, hotel dan restauran hingga pembatasan pengunjung dengan penggunaan teknologi.

Atas upaya yang dilakukan pemkab ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun memprediksi Banyuwangi bakal menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan lokal (domestik) saat memasuki adaptasi kebiasaan baru (new normal).

“Beberapa hari lalu kami melakukan webinar dengan Menko Marves Pak Luhut dan Pak Menpar Wishnutama. Dalam pertemuan virtual tersebut, Pak Menko menyebut Banyuwangi diperkirakan akan menjadi tujuan wisatawan di masa normal baru ini,” kata Bupati Anas, Jumat (24/7/2020).

Webinar itu sendiri digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) pada 22 Juli 2020. Selain diikuti Menko Luhut, juga menghadirkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, dan diikuti para gubernur, bupati/walikota, dan Kepala Dinas Pariwisata se-Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Luhut menyebut Banyuwangi akan menjadi tujuan wisata favorit yang bakal didatangi banyak wisatawan domestik karena lokasinya yang berada di kota penyangga, atau berdekatan dengan kota besar, yakni Surabaya. Aksesibilitas menuju Banyuwangi juga mudah, karena bisa dijangkau oleh semua jenis transportasi.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Tambah Satu Kasus Konfirmasi Covid di Banyuwangi

0
Foto: banyuwangikab.go.id

BANYUWANGI – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi kembali mengumumkan adanya kasus konfirmasi Covid-19. Pada hari Kamis (22/7/2020) ada penambahan 1 pasien konfirmasi Covid-19 Banyuwangi.

Dilansir dari banyuwangikab.go.id, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono, mengatakan, dengan adanya penambahan satu pasien, jumlah kasus konfirmasi covid-19 di Banyuwangi menjadi 49. Dari jumlah tersebut, 38 pasien telah dinyatakan sembuh, 9 perawatan, dan dua meninggal.

“Sekali lagi, ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa masih terjadi penularan virus. Maka disiplin terhadap protokol kesehatan harus tetap dipatuhi dalam beraktivitas. Memakai masker, physical distancing mohon tetap dipatuhi,” imbau Rio, sapaan Widji Lestariono.

Rio melanjutkan pasien konfirmasi 49 tersebut adalah seorang pria berusia 55 tahun asal Kecamatan Genteng. Pria ini sempat melakukan perjalanan ke sejumlah kota sebelum akhirnya mengalami gejala klinis yang mengindikasikan sakit hingga ditetapkan sebagai pasien positif.

“Pasien ini sebelumnya melakukan perjalanan ke Jember dan Madura. Sepuluh hari dari kedatangannya dari luar kota, yang bersangkutan mengalami keluhan demam, pilek, sesak napas, lemah mual dan nyeri abdomen,” terang Rio.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Jelang Idul Adha, Penjualan Besek Meningkat 60 persen

0
Foto: Merdekacom

BANYUWANGI – Perajin besek anyaman bambu di Lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi mulai banyak mendapatkan pesanan untuk kebutuhan hari raya kurban Idul Adha yang akan berlangsung pada akhir Juli 2020.

Dilansir dari Merdekacom, kerajinan besek tersebut banyak di pesan saat momen Idul Adha sebagai tempat kemasan daging hewan kurban. Besek saat ini menjadi alternatif mengurangi penggunaan kemasan berbahan plastik.

“Sejak Bulan Juni sampai Juli ini memang pemesanan besek meningkat sampai 60 persen, seperti kebutuhan suvenir acara pernikahan, dan pemesanan untuk tempat daging kurban Idul Adha nanti,” ujar pedagang besek asal Papring, Widie Nurmahmudy, Rabu (22/7/2020) kemarin.

Widie mengatakan, dalam sepekan terakhir sudah ada pesanan besek sebanyak 5000 buah yang akan digunakan untuk acara kurban Idul Adha. Belum lagi pesanan harian yang mencapai puluhan hingga ratusan yang digunakan untuk acara selamatan.

“Belum yang setiap hari saya bersama tim selalu mengantarkan pesanan, kadang 50, 60, 100,” katanya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Bupati Anas Dorong Petani Manfaatkan Alsintan Optimalkan Hasil Pertanian

0
Foto: instagram – banyuwangi_kab

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas terus mendorong para petani mengoptimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Seperti halnya yang dilakukan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Surangganti dari Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Tak hanya memanfaatkan alsintan, mereka juga membentuk Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Tani Makmur.

Dilansir dari banyuwangikab.go.id, UPJA adalah lembaga ekonomi di pedesaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa dalam rangka optimalisasi penggunaan alsintan untuk memperoleh keuntungan usaha.

Manager UPJA Tani Makmur, Heru Rusiyanto menuturkan bahwa awalnya mereka mendapatkan hibah peralatan pertanian dari Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut berupa combine harvester (CH) besar 1 unit dan rice transplanter (RT) 3 unit dan handtraktor 1 unit.

UPJA ini langsung mendapat respon positif dari petani karena dinilai efektif dan efisien, mempersingkat waktu pekerjaan. Percepatan tanam yang dilakukan UPJA Tani Makmur sendiri mendapat pendampingan dari Dinas Pertanian

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Jemput Bola Urus Adminduk, Mudahkan Warga Banyuwangi Selama Pandemi

0
Foto: banyuwangikab.go.id

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melakukan jemput bola pengurusan administrasi kependudukan (adminduk) ke masyarakat di pelosok-pelosok desa. Layanan ini dilakukan untuk mempermudah warga selama musim pandemi ini.

Dilansir dari banyuwangikab.go.id, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi, Djuang Pribadi, mengatakan kebijakan physical distancing selama pandemi corona disikapi Dispenduk dengan membuat layanan mobile ke kecamatan dan desa. Petugas adminduk secara rutin turun ke warga-warga desa yang akan melakukan pengurusan surat kependudukan.

“Sebenarnya program ini sudah jalan semenjak 2017 lalu, namun di masa pandemi program ini lebih digalakkan dengan mobil keliling khusus. Mobil ini datang langsung ke kantor kepala desa atau kecamatan untuk mempermudah dan mempercepat mengurus adminduk sesuai jadwal rutin yang telah ditetapkan,” kata Djuang, Kamis (23/7/2020).

Ditambahkan dia, program ini juga merespon kebutuhan warga. Berdasarkan pengalaman di lapangan, banyak masyarakat di pelosok-pelosok desa yang seharusnya menerima bantuan namun karena tidak memiliki adminduk, sehingga menyulitkan penyaluran bantuan.

“Banyak warga yang sudah didata layak menerima bantuan, tapi terkendala adminduk. Jadi kami bantu menguruskan,” kata Djuang.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Ramai-Ramai Latihan Memadamkan Api

0
Foto: Radar Banyuwangi -Jawa Pos

BANYUWANGI – Persiapan menghadapi datangnya musim kemarau, petugas gabungan dari Perhutani, Polri, TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi melakukan apel siaga pengendalian kebakaran hutan dan lahan (kahutla) di lapangan Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (21/7/2020).

Dilansir dari Radar Banyuwangi -Jawa Pos, Adm Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Nur Budi Susatyo mengatakan kegiatan itu digelar untuk mempersiapkan pasukan dan menginventarisir jumlah personil dari unsur aparat dan masyarakat.

“Diharapkan siap mengantisipasi kebakaran hutan di Banyuwangi,” ujarnya.

Petugas, terang dia, harus tegas dalam upaya pencegahan kahutla di wilayah Banyuwangi. Setiap kebakaran hutan, pasti ada penyebabnya.

“Tidak mungkin lahan terbakar dengan sendirinya,” ungkapnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Ungkap 105 Kasus Kriminal, Polresta Banyuwangi Tangkap 78 Pelaku

0
Foto: Jatimnowcom

BANYUWANGI – Sepanjang 12 hari Operasi Sikat Semeru 2020, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi mengungkap 105 kasus dan menetapkan 78 orang pelaku kriminal sebagai tersangka.

Dilansir dari Jatimnowcom, kasus yang diungkap Satreskrim Polresta Banyuwangi itu meliputi 43 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), 34 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), 11 senjata tajam (sajam), 8 kejahatan jalanan dan 4 kasus pencurian dengan kekerasan (curas).

Kemudiaan dua kasus debt collector, dua kasus senjata api (senpi) serta satu kasus kepemilikan bahan peledak (handak). Ungkap kasus itu hasil kerja keras Kasatreskrim AKP MS Fery beserta timnya dan polsek jajaran.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin menjelaskan, dari 78 tersangka yang ditangkap, sebanyak 44 orang terlibat curat, 11 perkara curanmor, 11 kasus sajam.

Kemudian 4 tersangka kejahatan jalanan, 2 tersangka kasus curas dan 2 tersangka debt collector. Sedangkan untuk kepemilikan senpi tanpa dilengkapi izin ditetapkan 2 tersangka serta handak dengan 1 orang tersangka.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

error: Uppss.......!