Panen Raya Padi Hibrida

0
649

KABAT – Bupati Abdullah Azwar Anas melakukan panen raya padi jenis hibrida di Dusun Kopenlaban, Macan  Putih, Kecamatan Kabat, Selasa (10/9).  Panen raya dilakukan di areal sawah seluas empat hektare binaan Pemkab  Banyuwangi.

“Panen raya ini menandakan  semangat petani yang luar biasa dalam bekerja. Apalagi, kerja keras ini didukung pemerintah yang membantu  bibitnya,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas usai melakukan panen raya padi.

Setelah melakukan panen raya, Bupati  Anas melakukan dialog dengan ratusan petani. Dalam kesempatan itu, petani meminta Pemkab Banyuwangi memperbaiki sarana pengairan  tersier. “Airnya sudah cukup, Cuma kadang salurannya bocor.

Tolong diperbaiki ya, Pak,” kata Sulaiman,  salah seorang petani yang hadir.  Padi hibrida yang ditanam merupakan  jenis padi persilangan yang  dijadikan bibit unggul. Padi hibrida  memiliki kelebihan yang jauh lebih besar dibanding padi biasa.

Jumlah  anakannya lebih banyak, bisa mencapai  30–40 rumpun. Begitu juga jumlah bulirnya lebih banyak dan  bisa mencapai 350 bulir per rumpun.  Jenis lain hanya mencapai 200 bulir. Hasil produksinya praktis lebih besar.

Satu hektare bisa menghasilkan 8,3 ton, sementara padi biasa hanya 6,3 ton. Bibit padi ini akan lebih maksimal bila menggunakan cara tanam rice intensifi cation (SRI). Cara SRI ini juga lebih irit dalam pembibitan.  Jika menggunakan SRI hanya membutuhkan 10–15 kg/ha, sedangkan sistem konvensional harus menyediakan 50–60 bibit/ha.

Sekadar diketahui, luas sawah irigasi di Banyuwangi 65.457 ha dengan luas  panen rata-rata dari 2010- 2014 sekitar  119.005 ha. Produksi padi dari tahun 2010 hingga 2014 rata-rata 784.147  ton/ha. Sementara itu, produksi padi  dari Januari hingga September 2015 dengan luas panen 106.154 ha mencapai  65,28 kuintal/ha. (radar)