Petani Kecamatan Cluring Kesulitan Air

  • Bagikan

CLURING – Para petani di Dusun Plosorejo, Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, kelimpungan karena kesulitan mendapat air untuk sawahnya. Akibatnya, puluhan hektare tanaman padi yang masih baru ditanam di kawasan tersebut terancam kekeringan.

Para petani menduga, kesulitan air untuk irigasi persawahan itu karena ada proyek perbaikan irigasi di Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring. “Tanaman padi yang baru tanam sebenarnya tidak boleh kekurangan air,” cetus Simin, 67, salah satu petani asal Dusun Plosorejo, Desa Kaliploso.

Menurut Simin, tanaman padi miliknya yang masih berumur sepuluh hari sudah banyak yang tidak tumbuh normal. Jika itu dibiarkan terus, maka akan berpengaruh terhadap hasil panen. “Kalau kekurangan air dan kering, tanaman padi bisa mati,” katanya. Para petani yang kekurangan air, terang dia, bukan kali ini saja.

Setiap musim kemarau, petani selalu kesulitan mendapatkan air. “Setiap tahun kekurangan air, terpaksa kita sewa mesin sedot dengan harga Rp 30 ribu per jam,” ungkapnya. Petani lain, Boirin, 57, asal Desa Tampo, Kecamatan Cluring, mengaku sawahnya sementara tidak digarap lantaran kondisi air belum normal.

Padahal, sawahnya telah dibajak menggunakan mesin traktor. “Saya takut tidak ada air, makanya saya tunda tanam,” cetusnya. Senada dengan Simin, Boirin berharap proyek plengsengan irigasi di Dusun Trembelang, Desa/ Kecamatan Cluring, bisa segera diselesaikan. Sehingga, pasokan air di hilir bisa terpenuhi dan petani tidak lagi kebingungan mendapatkan air untuk mengairi sawah. (radar)

Baca :
184 Desa di Banyuwangi Rawan Banjir Jelang Musim Hujan, BPBD Imbau Waspada
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: