Pasien Gangguan Jiwa Didominasi Usia Muda

0
1271

LICIN – Pasien gangguan jiwa yang dirawat di Puskesmas Licin, Kecamatan Licin, Banyuwangi, cenderung meningkat setiap bulan. Kapasitas maksimal rawat inap puskesmas, 30 pasien, pun nyaris selalu penuh. Dari jumlah total 343 pasien hingga November 2015 lalu, ternyata sebagian besar didominasi pasien berusia muda.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kepala Puskesmas Licin, Kholid,  mengakui bahwa pasien ganguan jiwa yang dirawat umumnya adalah pasien berusia di bawah 27 tahun.  Jumlah pasien muda lebih dari 50 persen dari total pasien yang ada. Bahkan, ada juga pasien yang usianya seumuran siswa sekolah menengah atas.

Jumlah pasien berusia muda tersebut secara bertahap terus meningkat.  Tren peningkatan pasien sakit jiwa usia muda tersebut diamati berdasar proporsi pasien di ruangan perawatan. Seperti di mangan perawatan yang berisi 10 pasien pria yang masuk pada bulan Desember 2015 ini.

Delapan diantara pasien di ruangan tersebut berusia di bawah 25 tahun. Saat baru tiba Kholid mengatakan bahwa pasien gangguan jiwa berusia muda itu memiliki tanda gangguan bermacam-macam. Tanda tersebut meliputi mengamuk, berhalusinasi, dan terkadang terdiam dan tidak merespons komunikasi.

Setelah dirawat dalam tempo dua hinga tiga pekan, pasien-pasien tersebut dapat diajak berkomunikasi lebih baik. Terkait perawatan, Kholid menjelaskan prosedurnya sama dengan pasien jiwa umumnya. Mereka terlebih dulu masuk UGD, kemudian diisolasi di ruang pediatric intensive care unit (PICU).

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Jelang Libur Nataru, Marine Inspector Cek Kesiapan Kapal Penyeberangan di Banyuwangi