Pegang Teguh Falsafah Mikul Duwur Mendem Jero

0
429
BARU: Chairul Anam bersama istri dan anak.

Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (Stikom) PGRI Banyuwangi punya nakhoda baru. Perguruan tinggi tersebut resmi dipimpin H. Chairul Anam, S.Kom, MM sejak Kamis lalu (22/3). Bagaimana gaya kepemimpinannya?


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

LANGKAHNYA tenang, sorot matanya tajam bersahabat, kulitnya putih bersih, dan berwibawa. Di sela-sela kerumunan orang yang menyalaminya, senyumnya selalu mengembang. Menggunakan jas berwarna krem dipadu kemeja putih, berdasi kotak kombinasi kuning dan biru, langkahnya terlihat mantap dan tenang.

Mungkin itu salah satu alasan Chairul Anam ditunjuk sebagai nakhoda baru Stikom PGRI Banyuwangi. Kampus di Jalan A. Yani, Banyuwangi, itu kini dipimpin seseorang yang relatif muda, yakni 44 tahun. Di Stikom PGRI, suami Nurul Kholilah itu sudah tidak asing lagi. Asam garam organisasi di Stikom sudah pernah dimasuki semua oleh pria berzodiak Leo itu. Di kampus tersebut, dia pernah bertugas sebagai dosen tetap spesialis instalasi hardware komputer.

Sebagai mantan Pembantu Ketua II Stikom PGRI, namanya sudah cukup di kenal. Pria yang hobi membaca dan memancing itu juga pernah dipercaya menangani sarana dan prasarana, keuangan, dan kepegawaian. “Ini amanah dan saya berusaha keras menjalankannya dengan baik,” kata bapak satu anak itu.

Saat pelantikan, dari bibir pria yang tinggal di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Penataban, itu terlontar beberapa prinsip utama dalam mengambil kebijakan. Falsafah Jawa pun dikeluarkan. Prinsip utama dalam memimpin Stikom selama empat tahun mendatang adalah rasa memiliki. Prinsip tersebut harus dimiliki semua hati civitas akademika.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last