Pemilik Warung Rugi Rp 90 Juta

0
231
MUSIBAH: Warga membersihkan peralatan warung di tepi Pantai Watudodol.

KALIPURO – Ombak di sekitar Pantai Watudodol, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, masih belum normal hingga kemarin (19/6). Gempuran ombak masih sering ter- jadi di sepanjang objek wisata itu. Namun demikian, ombak yang menerjang pesisir Watudodol itu tidak seganas sehari sebelumnya (18/6).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sebagian pemilik warung yang sempat mengamankan perabotan sudah banyak yang berkemas untuk kembali berjualan kemarin. “Ombaknya masih besar, tapi sudah berkurang dibanding Senin kemarin,” cetus Soleh, salah satu pemilik warung di Pantai Watudodol. Menurut Soleh, warga sebenarnya sudah terbiasa dengan ombak besar.

Sebab, kejadian semacam itu sudah menjadi peristiwa rutin setiap tahun. “Tapi kalau ombaknya sebesar ini, semua takut juga,” katanya. Pedagang lain, Suyanti, mengaku sementara waktu tidak akan berjualan. “Kita ingin pindah jualan, tapi pindah ke mana,” katanya.Camat Kalipuro, Nur Hadi, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah turun ke lapangan sejak ombak besar menerjang warung di sepanjang Pantai Watudodol itu.

“Ombaknya sangat tinggi dan menghantam warung di ping- gir pantai,” cetusnya. Meski ombak besar menghantam banyak warung, jelas dia, tapi warung yang rusak agak serius hanya enam unit. Dari enam warung itu, dua di antaranya rusak sangat parah. “Musala di pantai itu juga rusak,” ujar Nurhadi.

Kerugian atas kerusakan warung dan fasilitas umum akibat ombak besar tersebut, sebut dia, diperkirakan mencapai Rp 90 juta. “Kita berupaya agar warung yang menjadi korban ombak itu mendapat bantuan pemerintah,” katanya. (radar)

Loading...