Pemkab Akan Beli Rumah Mucikari

0
298

Akan Dianggarkan Lewat APBD


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi yang akan memberikan bekal keterampilan kepada para pekerja seks komersial (PSK) ternyata harus terus ditindaklanjuti. Sebab, hingga kini masih banyak mucikari yang tetap menempati rumahnya di lokalisasi. Selain mucikari, juga masih ada PSK yang kerasan tinggal di lokalisasi meski telah diberi keterampilan.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas saat melauncing program 10.000 kolam ikan di Dusun Jenisari, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, kemarin pagi. Menurut Anas, upaya pemkab mendata kota asal PSK berjalan lancar. Bahkan, saat ini para PSK di lokalisasi di Banyuwangi adalah penduduk asli Bumi Blambangan semua.

Sebab, PSK asal luar daerah sudah dipulangkan ke daerah asalnya. “Sehingga, saat ini jumlah PSK di lokalisasi sudah jauh berkurang dibanding sebelumnya,” ujarnya di hadapan sekitar seribu hadirin. Nah, para PSK asli Banyuwangi yang masih bertahan di lokalisasi tersebut saat ini sudah diberi anggaran Rp 3 juta per PSK untuk belajar keterampilan sekaligus membeli alat, seperti mesin jahit.

Loading...

Berkat bimbingan pemkab tersebut, sebagian besar PSK kini sudah banyak yang meninggalkan lokalisasi. “Cuma laporan terakhir, ada PSK yang balik  lagi ke lokalisasi dan mesin jahitnya justru dijual,” tandas Bupati Anas disambut ger-geran  para hadirin. Salah satu penyebab yang membuat para PSK balik lagi ke lokalisasi adalah karena masih ada mucikari yang belum diberdayakan dan memiliki rumah di lokalisasi.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2