Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW , Warga Kelir Arak Ancak Keliling Kampung

  • Bagikan

BANYUWANGI – Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dimeriahkan dengan mengarak ancak-ancakan, Minggu pagi (3/12). Selain membawa endog-endogan, warga di Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, juga menampilkan hasil kreasi. Seperti miniatur burung ababil, unta, serta pemandangan hutan, dan air terjun.

Budaya ancak-ancakan di Kelir sebenarnya sudah mulai pudar. Namun, oleh sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Saleh Group, budaya tersebut mulai dihidupkan kembali.

Ancak tidak lain adalah tumpeng dalam pengertian masyarakat umum. Dalam bahasa Oseng, tumpeng biasa disebut ancak. Ancak terbuat dari pelepah pisang yang dikemas menjadi bentuk bujur sangkar. Menurut kalangan orang terdahulu, bujur sangkar ini merupakan perlambang dari empat penjuru mata angin (utara, selatan, timur dan barat).

Sedangkan bagian tengah pelepah pisang diberi anyaman bambu. Di atasnya diletakkan daun pisang untuk tempat nasi beserta lauk pauknya. Selain disuguhkan pada saat Maulid Nabi SAW, masyarakat Banyuwangi tempoe doeloe juga biasa menyajikan ancak ini saat perayaan Isra’ Mi’raj.

“Selain membuat miniatur taman hutan dan air terjun, kami juga mengarak belasan ancak karena budaya ini sudah mulai pudar. Tetapi, apa yang kami lakukan sepenuhnya untuk memperingati Maulid Nabi,” ujar Misdi, salah satu anggota Paguyuban Saleh Group.

Dalam arak-arakan tersebut, ratusan warga mulai dari anak-anak sampai orang dewasa turut serta keliling kampung. Selanjutnya, warga membubarkan diri di halaman masjid Husnul Maab, sekaligus mengikuti pengajian umum. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: