Produksi Tahu dan Tempenya sampai ke Pulau Dewata

0
331

ROGOJAMPI -Sejak 1950-an Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, yang terkenal de-ngan tahu dan tempenya ma-sih cukup konsisten hingga saat ini. Itu karena tradisi yang terus diturunkan dari ge-nerasi ke generasi, dengan semangat pantang menyerah menghadapi kenyataan hi-dup. Itulah yang dicamkan dalam benak Husnul Hotimah 37, warga Desa Gitik, Keca-matan Rogojampi, salah seo-rang pengusaha kerajinan
tahu dan tempe.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Hotimah mengaku sejak kecil dia sudah diajari orang tuanya Almarhum Sajidi cara mem-buat tahu dan tempe yang baik dan benar. Meski dengan alat yang cukup tradisional, kualitas rasa tahu dan tempe asal Desa Gitik, ini cukup tersohor hingga ke pulau Dewata Bali.

Maklum, sejak dulu tahu dan tempe asal Desa Gitik ini, selain cita rasanya yang gurih dan lezat, kualitas bahannya juga terjaga. “Meski kedelai mahal, kualitas bahan dasar harus tetap terjaga demi kepercayaan pelanggan,” kata Husnul.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Baritan Takir Sewu, Tradisi Petani Banyuwangi Minta Hujan