sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah resmi mengangkat Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal dengan nama Noe Letto sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN).
Pelantikan tersebut dilakukan pada Kamis (15/1), bersamaan dengan pengangkatan Frank Alexander Hutapea dan sepuluh tenaga ahli lainnya.
Pengangkatan ini langsung menyita perhatian publik. Pasalnya, Sabrang Letto dikenal luas bukan hanya sebagai musisi papan atas Tanah Air, tetapi juga sebagai intelektual publik yang kerap menyuarakan pandangan kritis mengenai berbagai isu sosial, budaya, hingga kebangsaan.
Dewan Pertahanan Nasional sendiri merupakan lembaga nonstruktural strategis yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Lembaga ini memiliki peran penting dalam merumuskan kebijakan pertahanan dan keamanan nasional yang bersifat strategis dan lintas sektor.
Peran Strategis Dewan Pertahanan Nasional
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 202 Tahun 2024, Dewan Pertahanan Nasional memiliki tugas utama memberikan pertimbangan dan merumuskan solusi kebijakan strategis di bidang pertahanan negara.
Fokus DPN mencakup isu kedaulatan negara, keutuhan wilayah, serta keselamatan seluruh bangsa Indonesia.
Dalam menjalankan tugasnya, DPN menyelenggarakan sejumlah fungsi penting.
Di antaranya penyusunan kebijakan terpadu pertahanan negara, kebijakan pengerahan komponen pertahanan untuk mobilisasi, serta penilaian risiko kebijakan strategis.
Selain itu, DPN juga berwenang merumuskan solusi geostrategi, geopolitik, dan geoekonomi sebagai dasar pengambilan keputusan nasional.
Secara struktural, Presiden RI bertindak sebagai Ketua Dewan Pertahanan Nasional.
Anggota tetapnya terdiri dari Wakil Presiden, Menteri Pertahanan, Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri, serta Panglima TNI.
Unsur pendukung tetap berasal dari Menteri Sekretaris Negara, Menteri Keuangan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), serta para Kepala Staf Angkatan.
Dalam konteks inilah, peran tenaga ahli menjadi penting sebagai sumber pemikiran, analisis, dan perspektif alternatif dalam merumuskan kebijakan strategis negara.
Page 2
Bersama Letto, ia sukses melahirkan sederet lagu hits yang hingga kini masih populer, seperti Ruang Rindu, Sebelum Cahaya, Sandaran Hati, Permintaan Hati, dan sejumlah lagu lainnya.
Karya-karya Letto dikenal memiliki lirik puitis, reflektif, dan sarat makna filosofis.
Karakter ini tak lepas dari peran Sabrang sebagai penulis lirik utama band tersebut.
Di bawah kepemimpinannya sebagai frontman, Letto bukan hanya dikenal sebagai band pop rock, tetapi juga sebagai kelompok musik dengan identitas pemikiran yang kuat.
Hal itu membuat Letto memiliki basis penggemar yang loyal dari berbagai generasi.
Aktivitas di Luar Musik
Di luar dunia musik, Sabrang Letto aktif mengikuti berbagai forum diskusi, seminar, dan kajian kebudayaan.
Ia juga terlibat dalam kegiatan Maiyah, forum dialog budaya dan spiritual yang digagas oleh Cak Nun.
Dalam berbagai forum tersebut, Sabrang dikenal kritis, lugas, dan berani menyampaikan pandangan yang tidak selalu sejalan dengan arus utama.
Ia kerap mengajak publik untuk berpikir lebih dalam, tidak mudah terprovokasi, serta berani mempertanyakan hal-hal yang selama ini dianggap mapan.
Kehadiran Sabrang Letto sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional pun dinilai membawa warna baru.
Latar belakang seni, pemikiran kritis, dan pengalaman lintas disiplin diharapkan dapat memperkaya perspektif DPN dalam merumuskan kebijakan strategis pertahanan dan keamanan nasional.
Dengan amanah baru ini, publik menanti bagaimana kontribusi Sabrang Letto di ruang kebijakan negara, setelah puluhan tahun berkarya dan menyuarakan pemikiran dari panggung musik dan ruang-ruang diskusi budaya. (*)
Page 3
Kedudukan tenaga ahli di Dewan Pertahanan Nasional diatur melalui mekanisme kesetaraan jabatan pimpinan tinggi.
Mengacu pada Perpres Nomor 202 Tahun 2024, tenaga ahli madya memiliki hak keuangan dan fasilitas lainnya paling tinggi setara dengan jabatan pimpinan tinggi pratama atau jabatan struktural eselon II A.
Jika merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024, gaji pokok pejabat eselon II A berada pada rentang Rp 2.184.000 hingga Rp 3.643.400. Namun, angka tersebut bukanlah total pendapatan yang diterima.
Berdasarkan standar penggajian lembaga nonstruktural dan Standar Biaya Masukan (SBM) Kementerian Keuangan, estimasi total pendapatan atau take home pay untuk jabatan setingkat JPT Pratama diperkirakan berada di kisaran Rp 25 juta hingga Rp 35 juta per bulan.
Jumlah ini mencakup honorarium, tunjangan kinerja, serta fasilitas operasional penunjang tugas strategis.
Sabrang Letto dan Latar Belakang Keluarga Intelektual
Nama Sabrang Letto bukanlah sosok asing di ruang publik. Ia lahir di Yogyakarta pada 10 Juni 1979 dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang lekat dengan dunia sastra, filsafat, dan pendidikan.
Ayahnya adalah Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun, budayawan dan cendekiawan Muslim yang dikenal luas melalui pemikiran kritis dan forum-forum kebudayaan.
Ibunya bernama Neneng Suryaningsih, sementara ibu sambungnya adalah Novia Kolopaking, aktris dan penyanyi senior Indonesia.
Lingkungan keluarga tersebut membentuk Sabrang menjadi pribadi dengan keseimbangan antara seni, spiritualitas, dan rasionalitas.
Tak heran jika ia kerap tampil sebagai figur publik yang berani berpikir berbeda dan menyampaikan kritik secara lugas.
Pendidikan dan Kapasitas Intelektual
Dari sisi akademik, Sabrang Letto memiliki latar belakang pendidikan formal yang kuat. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Alberta, Kanada, sejak 1997.
Pada 2003, ia meraih gelar Bachelor of Science (B.Sc).
Pendidikan formal di luar negeri tersebut, dipadukan dengan pendidikan informal dari lingkungan keluarga, menjadikan Sabrang dikenal sebagai sosok yang mampu menjembatani dunia seni dan pemikiran rasional.
Selain itu, Sabrang juga aktif menulis. Salah satu karyanya yang cukup dikenal adalah buku Sebelum Cahaya: Menyelami Diri dan Makna Keberadaan, yang memuat refleksi filosofis tentang manusia dan kehidupan.
Karier Musik Bersama Letto
Nama Sabrang Letto melejit di dunia musik setelah bergabung sebagai vokalis band Letto pada awal 2000-an.








