Puluhan GTT Wadul DPR

0
734

BANYUWANGI – Merasa tidak dianggap sebagai guru di sekolahnya, kemarin (24/8) puluhan guru tidak tetap (GTT) dan pendidik tidak tetap (PTT) dari SMKN 1 Kalipuro mengadu ke kantor DPRD. Sudah empat tahun lamanya para pengajar ini mengabdikan diri, namun mereka merasa tidak ada perhatian dari pemerintah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Bahkan, sampai saat ini mereka tidak memperoleh Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) untuk memperjelas status mereka. Setelah sekolah melakukan pembangunan, para GTT dan PTT ini tersingkir dengan semakin berkurangnya jam mengajar bagi mereka. Kedatangan para pengajar kemarin diterima langsung oleh anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi.

Setelah selesai menyampaikan unek-uneknya, para GTT dan PTT kemudian pulang. Arifin Salam, Ketua Komisi IV DPRD mengatakan, tuntutan para guru ini adalah Ingin diperjelas statusnya. Rencananya Rabu besok (26/8) dirinya akan memanggil Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) dan Dinas Pendidikan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Loading...

‚ÄúNanti kita carikan solusinya karena mereka secara tidak langsung adalah guru perintis di SMKN 1 Kalipuro,” terangnya. Hendro, salah seorang GTT menegaskan, jika Dirinya tidak meminta muluk-muluk dengan dijadikan PNS.

Dirinya hanya ingin pemerintah memperhatikan mereka yang sejak awal ikut merintis sekolah tersebut. Saat ini, selain jam mengajar mereka dikurangi banyak PNS yang diletakkan di sana. Sehingga secara perlahan mereka pun tersingkir.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2