Ramai-Ramai Bongkar Kapal Hias

0
225

sejumlah-pekerja-membongkar-rangkaian-bambu-kapal-hias-di-desa-kebondalem-kecamatan-bangorejo-kemarin


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANGOREJO – Festival Arung Kanal yang digelar di sungai Pekalen Sampean, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi,  yang digelar pada 24 dan 25 September 2016, telah berakhir. Namun hingga kemarin (26/9), sejumlah  warga masih terus berdatangan di   lokasi sepanjang aliran sungai Sampeyan itu.

Sejumlah kapal hias yang di pamerkan saat Festival Arung Kanal  memang masih ada yang utuh. Misalnya seperti miniatur kapal perang KRI Dewa Ruci, kapal 99, dan beberapa kapal lainnya. Tapi, tidak sedikit dari kapal berukuran besar mulai dibongkar.

Sejumlah pekerja, terlihat membongkar kapal berukuran besar itu. Salah satu pekerja, Riki, 23, terlihat semangat memindah tong dari  lambung kapal yang ada di sungai menuju daratan. Tong itu selanjutnya dikembalikan pada pemilik yang  ada di Kecamatan Muncar.

“Ini akan dikembalikan ke Muncar,” kata Riki. Menurut Riki, untuk acara Arung Kenal dengan membuat kapal besar ini menyewa 70 tong, dan tong itu dibuat untuk pengapung perahu. “Harga sewa itu Rp 30 ribu per tong,” ungkapnya.

Pemilik kapal lain, Agus Setiawan asal Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, dalam Festival Arung Kanal ini ikut meramaikan dengan membuat kapal besar. Untuk ponton pengapung,  juga menggunakan tong. “Saya sewa  tong itu Rp 15 ribu per tong, dan kapal saya butuh 50 tong,” terangnya.

Untuk bambu sisa pemakaian kapal, Agus berencana akan menjual pada warga. Bambu yang dibuat untuk  membuat kapal, itu dulunya beli dengan harga Rp 15 ribu per batang.

“Untuk membuat kapal, saya habis  200 batang bambu,” sebutnya.  Pembongkaran kapal itu baru mulai dilakukan. Untuk pembongkaran itu, diperkirakan membutuhkan waktu  hingga dua hari. (radar)

Loading...