Rayakan Melasti, Larung Sesaji ke Laut

  • Bagikan

melastiPESANGGARAN – Ribuan umat Hindu se Kabupaten Banyuwangi, memadati area Pura Segara tawang Alun di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran untuk merayakan Melasti, kemarin (15/3).

Tiga pandita dengan didampingi sejumlah panadita dan para pemangku, sejak pagi memimpin kegiatan doa di dalam pura tersebut. “Ini upacara Melasti, dalam ritual ini untuk penyucian diri sebelum memasuki hari raya Nyepi.” cetus Susanto, sekretaris Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Banyuwangi.

Upacara Melasti yang dipusatkan di Pura Segara Tawang Alun, kali ini memang cukup ramai. Selain diikuti umat Hindu dari enam Pura Kahyangan Jagat yang ada di Kabupaten Banyuwangi, sekitar 19 bale ganjur hadir untuk memeriahkan ritual ini. “Tadi terhitung ada 19 bale ganjur.” ujarnya.

Menurut Susanto, pelaksanaan upacara Melasti itu selalu dipusatkan di Pulau Merah. Pelaksanaan Melasti di beberapa tempat seperti Pantai Boom Banyuwangi dan Rowo Bayu di Songgon, itu tempat baru karena banyaknya umat. ‚ÄúSejak dulu kalau Melasti ya di Pulau Merah,” ungkapnya.

Upacara Melasti ini, terang dia, dilakukan untuk penyucian diri umat Hindu dari berbagai dimensi mikro dan makro kosmos. “Membersihkan buana alit dan buana gede,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Ganteng. Pemangku Pura Dharma Marga, Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, Suwono, 52, menjelaskan usai upacara Melasti, umat Hindu melakukan tawur kesanga dan dilanjutkan dengan upacara ogoh-ogoh.

Untuk tamu kesanga ini dilaksanakan pada jumat,” jelasnya. Dalam upacara Melasti itu, para umat Hindu terlihat melakukan ritual keagamaan. Acara itu diakhiri dengan larungan ke laut. Sejumlah sesaji dan kelengkapan upacara seperti julen, senjata dewa nawa sanaga diusung menuju ke pantai. Semua sesaji itu, selanjutnya dibuang ke laut. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: